Oh, where’s the good escape?

Jadi setelah tidak ada lagi hal lain yang bisa dijadikan alasan untuk mengulur pengerjaan business plan dan RAT itu, moooo ga maoooo. sukaaa.. ga .. sukaaa.. percayaaa.. ga percaya.. sadar ga sadar.. mimpi ga mimpiiiii.. here I am. Di depan laptop. Buka-buka lagi bahan kuliah EP dulu. Dimana di situ.. ada SWOT, Balance Score Card.. bercampur sama visi misi, RAT, dan lainnya yang saya sulit ingat. 

Truuus.. saya ingat lebih baik ngerjain anggaran untuk market testingnya dulu. Sambil hitung-hitung berapa kira-kira sepatu yang akan distock. Dan tiba-tiba gatal mau hitung biaya kotornya. Dan JEDDAR!! Awh.. saya ga begitu suka lihat banyak nolnya. Kepala saya pun pusing. Mau pura-pura lupa saja biar ga usah mikirin. Tapi sebelum itu perut saya keburu mual duluan. Duit segede itu. Belum pernah ambo berbeban sebanyak itu. Palingan gaji tiap bulan. Tapi itu sih gampang. Ga pake pertanggungjawaban pada orang lain. Hanya Tuhan yang tahu bagaimana saya habisin itu gaji bulanan. Ga pake mikir cuy, malah cenderung berusaha menghindar berapa uang yg baru keluar. Careless me.

Lihat kalender, ow ow ow. 21 sudah harus presentasi. T.T ngebenerin draft kacangan bekas jaman jahiliyah EP dulu saja belum. 

Berkelebatanlah itu janji-janji palsu. Imaginasi bergadang hari ini lalu esok lalu lusa dan hari-hari berikutnya demi business plan dan RAT. Dusta. Tidak akan mempan. Lalu bergantian dengan hal-hal yang masih harus dikerjakan seperti power pointnya. Lalu diganti lagi dengan hal-hal yang harus dimasukkan dalam BP dan RATnya. Oh, pusing. Suhu otak mulai meningkat. Jangan sampai mendidih, amin. 

Dan saat semua itu terjadi, guess what I’m doing now?

Nge-blog, booooo!

Isn’t it a good escape? Sementara, Delin.. I know I know. Cuma sementara. Minggu depan mana bisa lagi begini. Mungkin minggu depan, ah.. entah deh. Doakan saja ya saya bisa selesaikan semuanya dengan baik. Demi mimpi saya nih. #gaya

 

Ciao, world! Wish me luck, will you? Ah no, I don’t need luck now. I need to exchange my brain for awhile dengan jenis otak seperti.. um.. Otaknya Bu Rahma atau Mas Ef? They’re so whimsical genius in financial things. So wish me this rather than luck, will you?

 

d/e

Advertisements

It’s like a wake-up call.

I know my research was going too long for people who keep hearing from me “I’m still on research.. I’m still on research .. I’m still on research”. Kadang suka tercetus gitu aja dari mereka, “Kok lama?” ; “Perasaan dari dulu riset melulu deh” ; “Riset kok ga selesai-selesai..”

Bukan hanya mereka yang gemas. Saya juga gemas. Kadang this research is kinda killing me. The longer it takes the longer I make money. Apalagi kalau mikirin saya ini masih jadi “beban” untuk JDF. Masih digaji pakai uang pribadinya Pak Januar. Saya kadang mikir, saya ini udah enak banget, “dimanjakan” untuk jadi entrepreneur. Ga perlu susah2 cari modal ke bank. Ga perlu ribet jatuh bangun sendiri. Saya sudah dipakaikan seatbelt istilahnya. Sudah dikasih banyak training gratis. Sudah dibimbing. Sudah dibekali. Tapi waktu yang saya habiskan untuk mempersiapkan bisnis ini, rasanya sudah makan waktu seabad, really killing me. I sometimes feel so not ready with their expectation on me. I’m always afraid that I will disappoint them, or I did? I’m afraid that they eventually think I’m not the right person to run a business. Ah, you’ll find me dying just to think about that. So the only thing I can do to distract this feeling, is just focusing on this research. There’s nothing wrong with the research itself sebenernya. Research yang berjalan sudah sesuai dengan apa yang saya rencanakan. Timeline-nya pun sudah pas. Malah diawal saya bisa jauh lebih cepat dari timeline. Tapi, ketika masuk ujicoba sampel sepatu, di sinilah panasnya neraka mulai terasa.

Untuk bikin 3 sampel sepatu saja, bisa makan waktu 2 bulan. And fyi, I had 13 samples to make. That’s not included trials and errors. Not including time to get ideas for designing, the designing itself, exploring which materials fit with my designs, browsing every material stores, surveying material suppliers, and on and on. And like any other things in this life, there’s always the inbetweens. There are obstacles (I’m so much trying to not using word “problem” here) with the production capacity, workers, their time management, the ability of visualizing and implementing my designs, and also bad communication. And then I finally found out there’s one other big thing which becomes the main bottleneck.

Trust.

Don’t ask me, I do trust them. But they tend to underestimate of doing my orders, because it’s just one pair per model and then it’s new design so they have to spend extra time to visualize my design onto shoe pattern. And by their past experience, there were people like me, who order new design and only one pair, and after the shoes made, they carried the shoes and produce them in another place. So besides the things I mentioned before, this is why they kept postponing the production of my shoes. They’re afraid I’d be one of them. They mistrust me. And that’s normal. If I were them, maybe I would have that kind of feeling too. But I already talked with the shoemakers, and I think the only way to prove that I’m the right person to work with, is by ordering the shoes immediately. So yes, time to rush!

Now you can get the idea why my shoes research became so long. Besides, I really want to make sure my shoes would be those comfortable to wear.

As my mom ever said to me, I’m working with humans, not machines. Thus this shoes research doesn’t just burn numbers of calories, but also depletes my emotional storage. That’s why I eat a lot. hehehe. No, no.. kidding.

But you know, we won’t name it Research if we don’t learn anything from the mistakes or even successful hits we’ve made. Research is the time where we are allowed to make mistakes as much as we want. Real world outside there won’t let you do this for free. I presume.

Now, me? I’m even trying to handle myself, to remind myself to just focus on what I believe I’m doing. Right now, I believe I’m doing my research on the right track.

About people’s comments? It’s like a wake-up call for me. Now I’m trying to re-plan my plans. I’ll make sure there’s no single day wasted. Now I even put my money on risk. But that’s what entrepreneur all about right?

Wish me luck, Dun.

d/e

Strawberry

Bahwa sebuah kata itu punya makna, saya sangat percaya. Dan Strawberry adalah kata yang selalu terdengar manis dan berbau kebahagiaan. I’m so strawberry right now! 😀

Things which make me strawberry:

  1. Found a thought of life.
  2. My Sims3 is on delivery! Super strawberry for this weekend. Amin.
  3. Fall in love with my shoes.
  4. I have dream. And I’m on my way of making it happen.
  5. Blessed.
  6. I played basketball this morning with JDC friends.
  7. I had lunch with Mba Uke and Tita.
  8. Bercanda banyak hari ini. Happy! Ini relaksasi terbaik dan termurah sepanjang eksistensi saya di bumi. Hoho.
  9. Sudah lama ga main dance x-box kinec, so I’m thinking to do some moves at home. Mikirinnya aja udah bikin seneng.
  10. Ym-an sama sisca, becanda-becanda.
  11. It’s D. Initial. 😛
  12. And it’s raining. Tho heavy, but it’s raining! I love rain nowadays. Hihi.

Masih banyak sepertinya yang bikin saya strawberry hari ini. Tapi 12 sudah cukup menggambarkan alasan utamanya. Hey, world, tell me yours. Are you now in a strawberry or…. what? But I guess, you are more alike watermelon.

I love watermelon too.

😛

 

With so much strawberry,

 

d/e

Sides.

It’s a beautiful Monday morning.. I drove my (parent’s) car slowly. Cukup 40-50 km/ jam. Dan 60-70 km/jam untuk tol. Slowly, literally. Kadang kepikiran ngikutin truk yang berjalan lebih lambat di jalur sebelah kiri. Tapi lalu mengurungkan niat, karna sepertinya itu bakal kelihatan aneh. Tho’ I thought it’s gonna be fun.. slowly, di belakang truk, kayak keong yang lagi ngikutin gajah.

Biasanya dengerin 102.2 FM sepanjang perjalanan ke kantor.. Bedanya pagi ini, saya lebih milih teken tombol DISC. Dan dengerin lagu-lagu mellow yang selow. Like my driving. Oh, then my eyes slowly teary.. but frankly, ga netes. Cuma ngegantung aja. Seperti melihat jalan lewat kaca yang basah. Bahaya, I know.. tapi terus air matanya baik, dia cuma berdiam di ujung mata. Mungkin tahu kalau saya sedang menyetir.

Saya tidak menangis seperti pagi di beberapa hari yang lalu. Kali ini cuma berkaca-kaca. Padahal sebetulnya saya ingin menangis banyak. Nangisin apa juga ga tau. Mungkin tahu, tapi lalu mau berpura-pura tidak tahu.

Seperti slides, pikiran saya bergantian mengingat apa yang terjadi belakangan ini. Kalau makanan, mungkin seperti sajian menu yang berantakan yang rasanya ga karuan dan akan dilempar Chef Ramsay ke tong sampah sambil nyebutin kata-kata kotor tepat 3 cm di depan muka saya. Yang kemudian basah, karna kena cipratan ludahnya juga.

Mungkin saya tahu kenapa saya tidak bisa menangis pagi itu. Beberapa kali dentuman di balik tubuh saya mengalunkan irama gembira. Mengingatkan saya pada pagi biasanya. Saat-saat saya bernyanyi di dalam mobil, mencoba menyanyikan lagu yang saya tidak hafal liriknya, saat-saat tubuh saya mencoba bergerak (kalau tidak boleh dibilang berdansa haha) mengikuti irama lagu dan hati, atau saat-saat saya menatap sejenak ke atas memperhatikan langit yang selalu indah itu.

Dentuman bahagia, kabar baik, dan gambaran indah. Hal-hal itu tidak pernah membuat saya menangis.

Hati dan tubuh saya begitu baiknya. Mereka tidak membiarkan saya menangis pagi itu. Setelah kejahatan-kejahatan yang saya lakukan pada mereka.

Setelah kejahatan-kejahatan yang saya lakukan pada mereka.

Setelah kejahatan-kejahatan yang saya lakukan pada mereka.

Hal-hal ini yang membuat saya lalu ingin menangis.

Di pagi hari itu.

 

d/e

 

Something about heart

Waktu : 12 -something

Lokasi : Pak JD dan Bu Indira’s 50th wedding anniversary

Cowo itu tinggi. Pakai jas. Rapih. Keren. Cakep. Badannya oke. Dan dia terlihat makan sendirian.

Saya yang menemukan cowo keren nan tampan ini, langsung ngebisikin mba Retno yang lagi makan di samping saya. “Mba, ada cowo keren. Liat ga?”. “Iya, gw juga merhatiin”. Mata saya mencari-cari keberadaan Tita, just to make her know our penemuan kita ini. Tapi ternyata dia makannya agak jauh.. so, saya ngelanjutin makan sambil mata saya terus mengikuti geraknya si cowo tampan itu.

Kamu pernah nonton drama Korea kan? Biasanya pemeran utamanya itu cowo tampan yang WOW (am I too exaggerating here?). Hmm, nah si cowo itu mirip yang biasa di drama korea itu.. hahahaha.. Trus gatau kenapa ya ngebayangin kayaknya dia cocok gitu sama Tita. Tapi trus imaginasi saya berubah dengan saya membayangkan saya yang bersama cowo itu. HAHAHAHA.

Oke, so, ketika cewe-cewe jombloh ini berkumpul ternyata Tita juga sudah notice keberadaan cowo itu. Mba Retno manggil cowo ini sebagai SUJU. Dan ga disangka-sangka waktu mba Gina nimbrung, dia juga sudah notice si cowo itu. “Iya, tadi gue liat dia sama nenek sama orangtuanya juga kayaknya”. Jadi dia memang “sendiri” dalam arti ga bawa pasangan, sowdara-sowdara.

Apakah kemudian ini terlihat seperti sebuah harapan? Yahhh, mungkinnnn.. buat kamu yang cukup berani nyolek seorang cowo di tengah-tengah kerumunan tamu-tamu. Dan lalu bilang, “Hey cowo, boleh kenalan?” atau yang lebih ekstrim “Hey cowo, sendirian aja? Mau jadi pacar aku ga?”. Tapi sebelum saya berani ngelakuinnya, dunia keburu kebalik. Dan saya keburu jatuh dan melayang-layang di angkasa. WHICH IS. it’s not me, dude. Lagian itu cowo kegantengan dan kekerenan.. hahaha.. Too good to be true. Dan seperti tamu-tamu lainnya, kelihatannya aku dan mba retno dan tita, cuma cukup mengingat moment penemuan cowo ganteng itu saja. Dan menjadikannya bahan obrolan yang cukup HOT.

Pulangnya, mba Gina cerita kalau tadi pas cowo ganteng itu pulang, dia dan orangtuanya sempet ngeributin dimana neneknya. Trus cowo itu balik lagi ke ruangan dan kembali bersama neneknya, dan sempet nyengir ke mba gina dan bilang, “Nenek saya ketinggalan”. Hwahahahaha.

Oke, itu selingannya. 😛

I don’t know when it started, tapi yang saya ingat ketika di parkiran Cibubur Square, mba Retno cerita kalau dia sudah pernah yang namanya pacaran sama cowo ganteng. Dari cowo paling ganteng, sampai cowo paling ganteng yang diidolain cewe-cewe satu kota. “But it is something in heart” kata mba Retno sambil menutup ceritanya itu.

“It is something in heart”

Ya juga ya. Mau sebagus apapun visualnya, kalau dia ga membuat hati kamu terus bahagia dan berbunga-bunga setiap saat, buat apa juga? Jadi memang semua harus balik lagi ke hati kali ya. Kalau hati terus-terusan ngerasa sakit kenapa juga kita terus tutup-tutupin dengan bilang bahwa kita masih mencintai orang itu? Hati kan ga pernah bohong, ya ga? ..Idih, ngomongnya jadi dalem gini.. Hahaha.

Tapi kalau memang ada yang visualnya bagus dan membahagiakan hati, kenapa ngga? Itu namanya JACKPOT. Dan jackpot hanya bagi orang-orang yang beruntung. One in a billion star. (Semoga saya menjadi bagian dari orang-orang yg beruntung itu. AMIN. hahaha tetep ngarep) (Eh tapi saya sekarang lebih nyari yang membahagiakan hati :D, yang bisa bikin senyum setiap saat *ea)

Ps. tetap prioritaskan hati!

See ya, world! (Apparently di posting yang sebelum2nya itu sebenernya saya mau menulis sesuatu, banyak satu sebetulnya, tapi ga ketulis2. Next time, perhaps? 😛 )

d/e

Switched.

Old ones:

1. FUN – We are Young | 2. Remix We are Young | 3.  Gotye – In your Light | 4. Christina Perri – Bang Bang Bang | 5. Disney’s – A Dream is a Wish Your Heart Makes | 6. 2 PM – Bossa Nova Mix | 7. 2 PM – I Can’t | 8. GM – Don’t Worry | 9. Mocca – I Think I’m in Love | 10. Gotye – Somebody that I used to know | 11. Carly Rae Jepsen – Call me maybe | 12. Nicki Minaj – Super Bass | 13. One Direction – What makes you beautiful | 14. Christina Perri – A thousand years | 15. Adele – Set fire to the rain | 16. Maddi Jane – Jar of hearts | 17. The Strokes – 12:51 | 18. Katy Perry – The one that got away.

Now switched into:

1. KOREA | 2. KOREA | 3. KOREA | 4. KOREA | 5. KOREA | 6. KOREA | 7. KOREA | 8. KOREA | 9. KOREA | 10. KOREA | 11. KOREA | 12. KOREA | 13. LA ROUX | 14. LA ROUX | 15. LA ROUX | 16. LA ROUX | 17. LA ROUX | 18. LA ROUX | 19. The Dubliners |  20. The Dubliners |  21. The Dubliners |  22. The Dubliners |  23. The Dubliners |  24. The Dubliners |  25. The Dubliners |  26. The Dubliners |  27. The Dubliners |  28. The Dubliners |  29. The Dubliners |  30. The Dubliners |  31. The Dubliners |  32. The Dubliners |  33. The Dubliners |  34. The Dubliners |  35. The Dubliners ..

S.O.S     I need moooooore new songs, please!

Ps. Not only my music playlist, some parts in my mind already switched. 🙂 Life has to be that way, eh? Close the old box, find and open the new one. Another S.O.S perhaps. 😀 LOL

 

d/e

 

God, …

Ya Alloh,

Seorang teman di facebook membuat sebuah status.. kurang lebih isinya, Engkau tidak akan pernah meninggalkan kami.. yang terjadi adalah, kami yang sering menjauh dari-Mu.

For such a second, a big yes kept playing inside my mind. Dan kemudian saya membayangkan apa yang sudah saya lakukan akhir-akhir ini..

Saya menjauh.. menjauh dari-Mu, Ya Alloh.. karna saya pikir saya harus begitu sesekali. Saya mau jadi anak bandel.. yang banyak menentang, berkelakuan menentang, berkata menentang, berpikir menentang.. dan hal-hal menentang lainnya. Seandainya hubungan antara manusia dan Tuhan juga melibatkan sebuah boks, maka saya sedang mencoba keluar dari boks kita dulu. Bukan untuk terbang selamanya, tapi saya mau bermain-main di luar.. untuk sesungguhnya mencoba memahami-Mu lebih. Sehingga ketika saya kembali nanti, saya sudah tahu apa yang sedang saya lakukan dalam hidup saya. Dan untuk apa saya hidup. Karna kan katanya diri saya sendiri, tujuan hidup saya sebenarnya yang terujung itu untuk menghadap-Mu. 🙂 Dan mana saya tahu saya serius atau tidak dengan ucapan saya sendiri kalau saya tidak berusaha melihat diri saya dari luar?

Sekarang, setelah banyak melakukan pertentangan-pertentangan itu.. saya mulai sedikit paham. Sedikit paham soal kenapa saya harus begini, kenapa begitu, apa rasanya kalau begini, dan apa rasanya kalau begitu. Gimana jadinya kalau begini, dan gimana jadinya kalo begitu. Apakah saya sudah menyebutkan begini dan begitu cukup banyak? hehehe

Ya Alloh, yang sampai sekarang saya tidak sanggup mempertentangkan adalah keberadaan Engkau. Dan Al-Quran. Dan Nabi Muhammad.

Saya sudah berulang kali mencoba mencari kata-kata yang tepat untuk menjelaskan kenapanya. Tapi ternyata sulit ya..

Mungkin, karna ada hal-hal di dunia ini yang memang tidak perlu penjelasan. Seperti keberadaan-Mu. Cukup saya rasakan dalam hati, dan memang terasa, ya sudah. Saya cukup diam saja. Saya tidak perlu membuktikan apa-apa.

Ya Alloh, maaf untuk segala-Nya. Ampuni saya yang sedang bandel ini..

Ya Alloh, tadi saya sempet marah.. hehe. Nangis ga karuan.. Call me galau? Yes, God.. I ammmm sedang galau. Sekarang jadi tahu deh gimana rasanya ketika anak-anak abege itu galau. It’s soooo efffingggg frustrated. Gaaaa jelas bangetttt… Tapi kan, saya udah ga abege lagi ya. Hihi, udah mature enough harusnya.. ya Alhamdulillah sihh ga sampe galau-galau bangettt biar masih sroottt srooot hidungnya.. Tadi pas keluar kamar juga udah bisa nyengir lebar ke mama.. eh si defur liat aja kan.. katanya “ihhh delinnn abis nangissss”. Jail banget emang tuh bocah.. T.T bisa ga sih dia pura2 ga liat aja gitu? ga perlu dikomentarin.. ew.

Eh mama masa nanya, “Delin kenapa?? patah hati yaa?”

Eaaa.. Kalo salah udah saya jawab gitu deh tadi. Tapi berhubung si mama bener.. ga salah lagi. Saya cuma bisa bilang.. “Enggaaakk.. enggak apa-apa..” sambil dalem hati bilang “I am not okayyy mamaaaa! yes, you’re right!!! my heart is broken.. it’s a very stupid and silly heart to fall in love with the silly wayyyyy. Againnnnnn, rejectionnn!! How could it happened to me when I already fell into him?”

Ya Alloh, kenapa sih saya punya hati bertipe begini?? Maksudnya, tipe yang ga gampang ngelupain gitu aja. Tipe yang sekali nemu, ya udah bakal dia yang jadi universe saya. Lahhh, tapi ada tuhhh orang yang gampang pacaran.. yang gampang ngelupain orang.. Tapi kenapa saya ga bisa gitu ya?

Bodoh banget sih nih hati. Jadi ngilu kan seluruh badan..huwaaa… galau saya, Tuhannn.. Mau nangis lagi ah, sebentar. Tunggu ya.. (*loh?)

So, yes God.. I was mad at You. I was mad to fall in love in kinda this way. It’s been long time I havent fallen for a guy. and when it happened, I have to end my self like this! woooww celebration for me! congratulation, delin! congratulation. It’s a jackpot ya knooowww! Siapa yang barusan bilang begitu hehhh! pengen aku timpuk jadinya…. T.T ga tau apa lagi sedih. (see, saya sudah gila)

Tapi, Ya Alloh.. saya bersyukur di sisi lain. Seenggaknya si the guy ini sudah berkata jujur. Sudah memberikan clarity-nya. Jadi saya jelas deh soal perasaan dia ke saya ternyata seperti apa. Dan saya jadi ga perlu berharap lagi.. maksudnya, ya udah ternyata memang perasaan ini cuma saya yang punya aja.. dan perasaan sejenis itu tidak ada di dia.. Dan karna garisnya udah jelas, saya jadi tahu dimana posisi saya.

Mas Yosie pernah bilang, clarity itu penting banget. Dan saat ini, memang kata-katanya mas Yosie bener banget sih. Emang sihhh dia tidak berbicara soal itu di konteks jatuh cintrong seperti saya ini, dia waktu itu bilangnya di konteks bisnis/ perusahaan. Dan mengingat kata mba Nita tadi di meeting.. soal “Let go”. Mungkin saya harus mencoba untuk “let go” perasaan ini. Memang ga bisa cepet, pasti lama dan butuh waktu.. tapi seenggaknya saya mencoba kan? Ga ada yang salah sih ya sebenernya untuk sayang atau cinta sama seseorang.. Kadang yang harus kita tebelin adalah.. mencintai itu ga harus dicintai. Mencintai yg tulus itu justru sebenernya adalah ketika kita mencintai atau menyayangi seseorang tanpa kita pernah berharap balasan yang sama dari orang tersebut. Jadi itulah yang disebut ikhlas! Which is saya mungkin belum sampai di tahapan itu.. Which isss buat saya orang yang kayak gitu udah dewa banget. Dan saya masih merasa menjadi manusia rendahan, kok, Ya Alloh.. maksudnya, bukan manusia dewa macam begitu yang bisa punya hati semurni itu. Saya, masih, selalu, berharap, dicintai. Dan saya tahu saya harus mencoba mulai SEKARANG untuk tidak begitu. Untuk ga mengharapkan balasan.. karna ternyata hasilnya adalah, ketika balasannya tidak sesuai harapan, yang terjadi adalah….. (T.T)

Galau abis.

Ya Alloh, saya bersyukur memiliki Tuhan sepertiMu, yang mengerti segala hal, termasuk kata galau, jadi saya tidak perlu menjelaskannya. Karna galau itu tidak punya arti sepanjang yang saya tahu..

Ya Alloh, saya perhatikan sepertinya saya sesungguh-sungguhnya galau saat ini. Mudah-mudahan besok pagi saya bisa jadi diri saya sendiri yang seperti biasanya ya.. Mudah-mudahan saya inget untuk punya hati berbentuk lingkaran. Jadi biar nama itu saya tambahkan di lingkaran hati saya, dan saya biarkan berputar selamanya di sana. Bukan untuk dilupain, tapi untuk diinget. Dengan senyuman pada akhirnya. Aminnnnn, Aminnnn, Aminnnn, Ya Alloh …

 

Makasih Ya Alloh,

untuk segalanya.

 

 

d/e

Ps. Semoga ga ada orang yang cukup malang untuk baca postingan saya ini Ya Alloh.. Amin. Karna ini sangat ga penting sekali sebenernya untuk mereka. Hihihi, hope they’re smart enough to find it at the very first paragraph. Amin.

That Simple. :)

This is kind of silly. I actually already posted this post like long ago, but WITHOUT the body text. So it’s only the title which appears. Yang saya inget, waktu itu memang ada yang mau saya tulis, tapi berhubung saya run out of time, jadi cuma judulnya aja gitu.. Dan sekarang saya lupa sebenernya mau nulis apa dengan judul begitu. Ngomong-ngomong, is there any of you (krik krik) who at the same time not just taking or gaining advantages from internet, but also sharing or uploading something (nooo not that personal pictures with your BIG faces on it, geez, not that one) or maybe write a post containing useful information? to the internet?

I’m a kind of person who apparently.. making an imbalance of this TAKE and GIVE concept. I  don’t know exactly how many pictures, information, data, softwares, or inspirations I gained from internet. I don’t have enough brain cells to count them all.. but I believe it’s a lot because I count them with heart .. ehm.. pertaining I’m lack of  that brain cells thing.

And.. you know, world, dun, earth.. I was like in the phase.. where.. how if there’s no one who shared the pictures, the data, the all information I need at that time? How if I gained nothing? well, then.. I’d be longer sitting on one of the library chairs. I’d be longer looking up for a little information I need from those thousands of random books. Or.. I’d be longer exploring each bookstores to find the info I need. At the end, I’d be spending more money.. and time as well.

But, the internet.. and the people behind it.. make my job way easier. I do thank for Tim Berners Lee for his invention of super magical triple W “www”.. (Do I look cool to remember such name like Tim Berners Lee? wkwkwkwk.. ehm. I googled him just before btw 😀 ) , and also big thanks for two brilliant guys who made Google exists. And last but not least, people (it can be you) who already uploaded or shared your data, info, pictures, any (good) thing to the internet, that I already downloaded or copied. You upload, I download, You upload, I download… like it never ends.

But.. another but. Hehe.. It’s time for me to share. Right? It’s time to not just saying thank you that makes ‘thank you’ sounds cheapy. But, I’ll be doing something like I mean my words of thankyou. Jadi.. tada! Saya mau mulai berbagi apa yang saya punya.. Yaa, not many I have sih, tapi mau mulai berbagi hal yang ada di folder-folder lapuk saya.. semisalnya skripsi, artworks, foto-foto narsis perlu ga ya? hoho.. atau pengetahuan yang saya punya. That’s the little thing I can do sih to thank people who made my day easier. Tapi semoga, kebaikan kecil ini akan memberikan manfaat yang sama untuk orang lain. Dan who knows kannn.. ada delin lain yang kemudian tersadar dan lalu mulai mau berbagi (niat doank juga ga apa2. kayak saya sekarang ini kan masih niat.. niat mau berbagi. 😀 hihihi). Dan..semakin banyak data di dunia maya yang bisa dibagi akan semakin keren bukan?

I take. And give. That simple.

Ok, dun. So I’ll be starting to share… started from… NOW.

Yes, NOW. Oh, sorry.. I mean.. on the next posttt.. 😀

Hehe.

 

Ciaooo, lets share, baby!!

 

d/e

Ps. I promised, this won’t be just omongkosong. Promised.