Strawberry

Bahwa sebuah kata itu punya makna, saya sangat percaya. Dan Strawberry adalah kata yang selalu terdengar manis dan berbau kebahagiaan. I’m so strawberry right now! 😀

Things which make me strawberry:

  1. Found a thought of life.
  2. My Sims3 is on delivery! Super strawberry for this weekend. Amin.
  3. Fall in love with my shoes.
  4. I have dream. And I’m on my way of making it happen.
  5. Blessed.
  6. I played basketball this morning with JDC friends.
  7. I had lunch with Mba Uke and Tita.
  8. Bercanda banyak hari ini. Happy! Ini relaksasi terbaik dan termurah sepanjang eksistensi saya di bumi. Hoho.
  9. Sudah lama ga main dance x-box kinec, so I’m thinking to do some moves at home. Mikirinnya aja udah bikin seneng.
  10. Ym-an sama sisca, becanda-becanda.
  11. It’s D. Initial. 😛
  12. And it’s raining. Tho heavy, but it’s raining! I love rain nowadays. Hihi.

Masih banyak sepertinya yang bikin saya strawberry hari ini. Tapi 12 sudah cukup menggambarkan alasan utamanya. Hey, world, tell me yours. Are you now in a strawberry or…. what? But I guess, you are more alike watermelon.

I love watermelon too.

😛

 

With so much strawberry,

 

d/e

Advertisements

Moon

DSCN6314, originally uploaded by delina ikada.

Heyyy, dun! Been long time not saying anything here. Hehehe. Lots things happened, but as everything cannot be shared right here, I’d prefer another media to share with (ehem, yes, that book we used to call diary). By the way, I’m working with research plan these days. It’s quite interesting yet memusingin.. I kinda thinking.. Being entrepreneur is not as easy as it seems. 🙂 I already realized about this, but since this is the only way for me to make my dream comes true, I’ll stick with this E thing for.. (lets say) ever. 😀
Wish me, dun?
Semangkaaaa, strawberryyy, rambutan, nanas, kecapi, durian, pizzaaaa!!!
d/e

It’s 2012!!

Wooowww! Dunnnn.. Kita sudah masuk 2012!! I can’t wait apakah kiamat tahun 2012 itu bener adanya atau nggak. /:) (DELINNN!!)

Eh, by the wayy, ternyata I can make time juga ya buat posting hari ini. HAHAHAHA.

This is a beautiful day.. jadi rasanya sayang aja ga posting. Apalagi saya punya meja belajar yang bersih kinclong rapih, dan kamar yang akan segera direvonasi! Wanna see more the craps? 😛 Well, I’m going to talk more more more craps. Ngomong-ngomong, ga renovasi besar-besaran sih. Just little touch aja.. I’m going to do something with thaaat WEST JAVA map which had been hanging on my roomwall for such decades. Ok, a decade perhaps. Not sure it’s already plus “s”. Hm.. if my friends said that my room will be so nice to see.. they always got it wrong. I have no idea why.. I actually love to draw. And make some creative stuffs even not many of them finished.. So, at least I’ve made my room painted with some nice colors combination… or.. make handmade art to be hanging on the wall.. or something like that visual things. Tapi, look at my room noow!! Biasa banget, dun. Udah mah catnya sama kayak ruangan seisi rumahhh.. putih apel (sebutan mama). Dindingnya polos banget. Satu-satunya yang menghiasi kamar ini hanyalah… map jawa barat yang udah ga diupdate dari saya SD. Ampun dah mak…., ga digunain banget nih kemampuan.

Why we’re talking about my room ya?

Oke, back to 2012. Happy 01-01-2012 !

Semoga tahun ini semua orang di dunia semakin baik, semakin sukses, semakin berjaya, semakin aware dan care sama bumi, semakin dekat sama Tuhan (meskipun mereka ga percaya Tuhan, doanya dari saya tetap sama 😀 ), semakin dimudahkan dalam mewujudkan mimpi dan cita-cita. Semogaaaa, tingkat kecelakaan lalu lintas menurun, tingkat pemanasan global menurun, jalanan berkurang macetnya, kurs rupiah semakin menguat, jumlah entrepreneur semakin bertambah, yang sukses juga semakin banyak, yang miskin semoga semakin kaya, yang kaya semakin bermurah hati mendistribusikan kekayaannya ke yang membutuhkan, dan semoga perkembangan science dan ilmu-ilmu lainnya semakinnnn pesat, dan juga saya berdoa bagi kemudahan dan kelancaran semua orang yang sedang berusaha melakukan sesuatu untuk kehidupan kita semua yang lebih baik! Lalu saya juga mau berdoa semoga segala bentuk penindasan di muka bumi semakin berkurang (termasuk adek-adek kelas yang dibullying seniornya), semoga tidak ada perang-perangan lagi, kalaupun masih ada semoga perangnya cepat usai dan cepat menemukan cara untuk gencatan senjata, semoga semakin banyak orang yang menghargai perbedaan apapun bentuk perbedaannya, dan memulai hidup yang waaayyy moooreeee better!

Amin

Amin. Ya Rabbal Alamin..

Mari, mari berdoa yang banyak.

Dan berusaha yang lebih banyak juga. Hehe.

By the way, kemarin waktu lagi nonton acara di AXN, saya nemu kata-kata bagus.. kutipan gitu dari statue yang ada di suatu negara di Eropa. Sorry for the bad memories.. Tapi kutipannya bagus banget:

“To travel is to live”

Buat yang berjiwa adventurous, pasti kena banget sama kata-kata ini.

So happy 2012 to us, world!

May the adventorous soul will always be in you.

 

d/e

Karma

Dear World,

Sejak saya mulai mengerti soal baik dan buruk, sepertinya sejak saat itu pula saya belajar untuk mulai memilih.

Saya lagi ga mau berkicau soal hidup sih sebenarnya.. Karna saya yakin, ada orang-orang yang jauh lebih pintar, berpengalaman, dan bagus dalam memilih kata-kata yang tepat soal hidup. “Life is.. ” atau “Hidup adalah….”. Setiap orang pasti punya definisi soal hidupnya masing-masing, yang sifatnya sakral.. dan… pribadi.

Tapi kali ini, saya ingin berkicau soal karma.

Yang entah bagaimana, dia sangat bersinggungan dengan hidup. Atau lebih tepatnya, bersatu.

Kembali ke awal, sejak saya diajari soal kata baik dan buruk, dan diberi contoh mana yang baik dan buruk, itu adalah awal dari saya belajar untuk memilih. Ya memilih kata-kata, memilih sikap, memilih apa yang harus saya lakukan, memilih pergaulan, bahkan memilih jawaban mana yang paling tepat dalam ujian. Saya dihadapi oleh pilihan. Dan yang sejak saya belajar kata baik dan buruk itu, pilihan-pilihan tersebut akan saya labeli dengan dua kata itu.

Ketika saya beranjak dewasa, saya mulai menyadari.. Bahwa baik dan buruk itu terlalu general. Baik dan buruk itu terlalu abu-abu. Apa yang saya anggap buruk, bisa jadi sebenarnya baik. Apa yang saya anggap baik, bisa jadi sebenarnya buruk. Dan bahkan ketika semuanya itu sudah mengerucut ke satu kata (baik/ buruk), mereka tidak sepenuhnya murni begitu. Pasti ada komposisi keduanya yang bergabung.

Dan mengelompokkan semuanya ke hanya dua hal: baik dan buruk, menjadi hal yang saya hindari sekarang.

Saya merasa pandangan hidup tidak sepantasnya dikategorikan hanya pada dua hal: bad and good. Dan hidup bukan hanya sekadar surga dan neraka. Atau malaikat dan iblis. Atau ustadzah dan pelacur. Atau berbagai hal yang selama ini saya anggap jelas baik dan buruknya.

Saya mulai percaya, selalu ada sisi baik dari yang buruk dan selalu ada sisi buruk dari yang baik. Kadang mereka tidak seperti dua sisi mata uang yang berbeda. Mereka, bisa jadi beririsan.

Sampai di sini, saya menganggap diri saya sudah cukup terbuka karna tidak mengelompokkan hidup hanya berdasarkan baik dan buruknya.

Tapi kemudian, saya belajar sesuatu di dua hari ini.

Tentang karma.

Karma ditentukan dari apa yang kita lakukan. Jika kita berbuat baik, maka kita akan mendapat karma (atau balasan) yang baik pula. Sebaliknya, jika kita berbuat buruk maka kita akan mendapatkan karma yang buruk juga. Dalam konsep karma ini, penentuan balasannya ada dalam dua hal: baik dan buruk. … Hmm, apa Tuhan memang udah menciptakan semuanya serba berpasang-pasangan ya?

Apa yang disebut karma ini, ga hanya berlaku di dunia nyata tapi juga menjadi penentuan bagi tempat seperti apa yang pantas untuk kita di kehidupan selanjutnya… berdasarkan apa yang sudah kita perbuat. Sebab. Akibat.

Kemarin saya menonton sebuah video, rekaman dari seorang anak laki-laki 18 tahun yang belakangan diketahui akhirnya meninggal di hari natal. Sebelum meninggal itu, dia merekam dirinya. Dia bercerita lewat kalimat-kalimat yang dia tulis di banyak kertas. Seperti alur, rapih dan berurutan. Di situ,  dia menceritakan tentang pengalamannya waktu kecil (umur 5tahunan) ketika dia hampir meninggal dari penyakit jantungnya. Waktu itu dia ingat sedang berbaring di tempat tidur. Dan dia melihat cahaya putih yang besar banget dan menunjukkannya pada ibunya, “Ma, lihat ada cahaya putih besar!”. Ibunya jawab sambil kebingungan, ga ada cahaya putih apapun. Kejadian selanjutnya dia ga ingat, dia cuma ingat kalau timbul perasaan yang luar biasa damai waktu melihat cahaya itu.

Dia kemudian tumbuh besar, masih dengan sakit jantungnya. Dia bercerita bagaimana dia melewati hari-harinya sebagai seorang anak remaja yang.. sakit. Suatu hari, dia pingsan. Ga lama dia dibawa ke rumah sakit dan dinyatakan koma. Dalam komanya, dia melihat sesuatu yang dia bingung harus bilang itu apa, entah mimpi.. atau cuma sekedar vision. Di dalam “mimpi”nya, dia berada dalam satu ruangan serba putih… dan ruangan itu luas sekali.. sampai batasnya tidak terlihat. Dia melihat dirinya di cermin, pakai setelan putih-putih. Di ruangan itu, dia bertemu seseorang yang berpakaian putih-putih juga.. dan orang itu bilang, “kembalilah!”. Ga lama, dia bangun dari komanya dan menyadari dirinya sudah di rumah sakit.

Yang dia ceritain, ada satu perasaan yang miripp banget waktu dia melihat cahaya putih itu. Dia merasakan perasaan damai yang luar biasa. Perasaan damai yang sampai-sampai ngebuat dia ga mau meninggalkan ruangan serba putih itu. Di akhir kalimatnya, dia nulis “Do you believe in God?” | “Do you believe in Angels?” | “I do” |

It was a very touchful video from an 18 years old boy. Apalagi video ini dibuat sebelum kematiannya.

Memang ga ada hubungannya sama karma sih. Tapi entah kenapa saya jadi ingat karma..

Besoknya, saya nonton drama korea 49 days, yang bercerita soal roh yang berjuang mengumpulkan 3 air mata yang tulus untuk hidup kembali. Dalam 49 harinya itu, dia menemukan banyak banget hal yang baru: tentang cinta orangtua, teman sejati, dan kekasih sejati. Dan dia menyadari betapa berharganya waktu 49 harinya itu untuk orang-orang yang dia kasihi.

Lagi-lagi, ini ga ada hubungannya sama karma.

Tapi, dua hal soal kematian dan kehidupan ini mengingatkan saya tentang karma.

Mungkin saya bisa saya ngelanjutin hidup dan berpikir ga ada yang bener-bener baik dan buruk di dunia ini.

Saya bisa saja terus menerus membiarkan hidup saya ga berpalang di kanan kirinya.

Tapi setiap kali saya ingat soal kematian, saya tahu.. yang saya butuhkan sebetulnya bukan soal mempercayai bahwa hidup tidak sepenuhnya berdasarkan baik dan buruk. Dan berpikir seolah-olah saya akan berpikiran sangat sempit kalau berpaku pada dua kategori itu. Yang saya butuhkan sebetulnya cuma kata “believe”. Believe in what you think it’s good. Jalani aja hidup berdasarkan apa yang saya percayai itu baik… Percaya bahwa kebaikan ini akan berbuah kebaikan juga suatu saat nanti. Ga usah ribet mikirin apakah yang baik itu sebetulnya buruk.. atau sebaliknya. Karna, ga akan ada habisnya. Lagian, sepenting itukah? sampai-sampai kamu mengabaikan hal-hal baik yang seharusnya kamu lakukan karna kamu terlalu ribet mikirin itu bagian dari baik atau buruk. Tanpa kita sadari, waktu kita sangat terbatas di dunia ini. Hehehe..

Jadi, here I am.

Mulai berpikir sederhana untuk menghadapi hal-hal di depan.

Mulai berpikir mau menabung banyak karma kebaikan di hari-hari yang tersisa.

And I think..

Life is as simple as it is.

Dan kadang, manusia terlalu ribet saja mikirannya.

😛 kayak saya ini.. dan entah kenapa saya mulai merindukan masa-masa saya kecil dulu..

yang polos.. lugu… yang selalu berusaha berbuat baik untuk orang lain.. yang mau berbuat lurus-lurus aja.

You know what, world? I think we really need to be naive at times. Life seems to be more peaceful and beautiful for those naives. Daripada hypocrites kan? hahaha, ya udah ya udah. Mikirin karma aja lah di dunia.. itu jauh lebih penting.

 

Btw, happy new year 2012! Masih beberapa jam lagi sih.. tapi guess tomorrow I’ll be too busy to post a happy new year here.

once again,

HAPPY NEW YEAR 2012!

 

d/e

 

 

 

Living with Value

Dulu, waktu di kelas bahasa inggris, guru saya pernah bertanya tentang siapa idola kita. Siapa yang jadi panutan kita. I answered, “My father”. Then the teacher asked me why? I then said.. “Because he is an honest person.” Di keluarga kami, Papa selalu menekankan ke anak-anaknya untuk menjadi pribadi yang jujur. Mungkin karna ini juga makanya saya ga pernah berani berbohong sama mama dan papa saya. Even for the smallest thing, kayak kembalian uang, hahaha pasti saya balikin utuh ke mama saya.

Pernah waktu jaman SMP dan SMA, saya sempet kaget ngeliat lingkungan belajar saya. Banyak temen-temen kelas yang tuker-tukeran jawaban atau yang ngumpetin buku di kolong mejanya saat ujian. Saya naïf. Jadi waktu itu saya sempet “ga suka” dengan praktik-praktik bohong kayak gitu. Saya menganggapnya, itu ga jujur. Berada di lingkungan seperti itu ga membuat saya “tergiur” melakukan hal yang sama. Dapet nilai bagus tapi dengan cara yang ga jujur ga buat saya merasa bangga. Karna saya masih ingat ajaran dari orangtua saya, soal kejujuran itu.

Ada saatnya temen saya nanya jawaban soal waktu ujian sedang berlangsung. Saya cuma geleng. Sambil terus ngerjain kertas ujian saya. Hahaha.. entah kenapa saat ini saya ngerasa betapa menyebalkannya saya waktu itu (diliat dari kacamata temen saya). 😀 Ya.. si delin nerdy yang ga asik.

Beranjak SMA, lingkungan masih sama. Contek-contekan. Kasih sinyal jari untuk kode jawaban. Buka buku. So typical. J But still, saya yang dulu ga terpengaruh.. karna lagi-lagi masih ingat dengan nilai kejujuran yang diajarin orangtua.

Pernah, saya dapet nilai 1 (skala 10) untuk jam ke-0 ujian Fisika. LUAR BIASA malunyaaa… karna hasil nilai jam ke-0 itu pasti dipampangin di mading dekat pintu gerbang depan sekolah. Bayangin, sementara temen-temen saya dapat nilai lumayan, sampai ada yang bagus, saya dapet nilai 1. Terkecil. Ampunnn deh malunya… Sempet sih kayak ngerasa sebel sama temen sebangku saya yang dapat nilai bagus karna dia “kerjasama” saat ujian itu. Tapi abis itu ya udah.. itu kan soal pilihan. Lagian salah saya sendiri juga kan yang ga belajar maksimal sampe dapet nilai jelek begitu. Coba kalo saya pinter… *loooh?

Trus saya masih inget banget juga.. saya jadi daftar anak-anak yang harus remedial ujian semester fisika. Hahaha.. trus saya pergi deh ke ruang guru. Di ruang guru, guru Fisika saya nunjukkin rekaman nilai-nilai saya sepanjang semester itu. Mata saya ngikutin deretan nilai saya… 5, 2, 7, .. dst. Ga ada angka 1 ! Harusnya kan ada.. tapi yang ada cuma angka 2. Dan saya ga pernah dapet nilai 2. Dengan polosnya, saya bilang ke guru saya.. “Ibu, saya kayaknya yang ini dapet 1, bukan 2.” Guru saya keliatan kaget. Trus dia bilang, “Ah? Masa?”. Habis itu saya lupa kejadian detailnya gimana. Tapi kalau ga salah, guru saya ga mengganti nilai 2 itu jadi 1.

Sepanjang perjalanan pulang… saya sempet mikir.. apa guru Fisika saya itu memang sengaja naikin nilai 1 saya itu jadi 2 ya? Supaya nilai saya ga jatuh-jatuh banget… J sempet terharu sih kalau ngebayangin itu. Guru Fisika saya itu emang saya anggep paling baik hatinya.. Ga tau kenapa. Kadang kelihatan aja dari mata hati saya… (gayaaa).

Hey. Sejauh ini saya keliatan murid yang jujur sekali ya? Hahaha.. mungkin iya. Tapi sejujurnya, ada 2-3 kali saya mengikuti cara beberapa temen saya untuk kerjasama dalam ujian. Iya… saya kadang tidak setangguh itu untuk terus-menerus jadi anak yang jujur. Setidaknya, saya pernah kalah 2-3 kali. Pertama, waktu ujian kesenian di SMA. Kedua, waktu ujian Fisika di SMA juga. Ketiga…ini cadangan saja, kalau-kalau saya pernah lupa pernah “curang”. Kejadian pertama dan kedua, karna saya benar-benar menyerah dengan semua (SEMUA) soal-soal ujian itu. Saya merasa ga sanggup melihat pengumuman nilai di mading yang memperlihatkan angka 0. Buat saya 1 sudah cukup… (Eh tapi kalo ga salah ya, saya pernah deh kayaknya dapet nilai 0. Kalo ga salah yaaa..). Saya juga ga mau menyalahkan guru-guru saya di SMAN 1 Bogor yang kalau bikin soal emang sengaja susah-susah. Ini serius ya.. Karna mereka tauuu temen-temen saya itu pada genius.. IQ-nya aja di atas 130 ke atas rata-rata. Malah ada yang 150. Lah sayaaa? 111 aja udah bangga ngelus dada. Saya juga ga mau menyalahkan guru-guru SMA saya itu karna mereka tidak tahu bahwa ada siswa sejenis saya (yang ga jenius) eksis di tengah-tengah murid-murid super Einstein lainnya. Saya juga ga mau menyalahkan diri saya jugaaa.. yang sudah beruntung berhasil dapet NEM lumayan bagus sehingga berhasil masuk SMA favorit itu. Dan sekarang terengah-engah ngikutin Einstein-Einstein remaja itu. Saya ga menyalahkan siapa-siapa sih. Memang itu ujiannya aja yang susah-susah, dan saya ga belajar sungguh-sungguh. Makanya saya ga bisa ngerjain soal. Makanya saya pada akhirnya sempat menyerah, dan keluar dari nilai kejujuran yang ditanamkan kedua orangtua saya.

Tapi setelah itu, saya menyesal. Dan entah kenapa sempat sedikit puas.. “Oh ternyata saya bisa juga curang”. Ohhh.. ternyata saya manusia juga. Bisa salah, bisa sengaja salah. Tapi itu perasaan kecilnya. Ada perasaan lain yang mendominasi : “Record kejujuran saya luluh lantah”. Dan layaknya orang yang masuk Guinness Book, dan tiba-tiba dia harus terlempar keluar dari posisi teratas karna ada orang baru yang berhasil memecah rekornya. Begitu lebihnya (ga ada kurangnya) perasaan saya. Merasa kalah. Terlebih bukan karna habis dikalahkan oleh orang lain, tapi dikalahin sama diri sendiri. Hsk. Hsk.

Jaman kuliah, saya belajar dari kesalahan waktu SMA. Kali ini dan seterusnya ga ada yang namanya bohong. Dalam bentuk apapun… Eh tapi saya masih sering bohong2an kalo lagi becanda sama temen-temen saya, tapi biasanya habis itu saya selalu bilang kalau saya bohong. 😀

Jadi di jaman kuliah, setiap ujian, alhamdulillahhh rekor kejujuran saya muluuuus, putih. Ga pake noda.

Tapi, jujur itu ga selamanya manis. Kadang rasanya pahit juga.

Kayak yang saya alami waktu kuliah ini. Saya jujur mengatakan ke dosen kalau saya telat ujian karna saya salah melihat jadwal ujian. Yang membuat saya ga bisa ikut ujian. Dan akhirnya datang ke dosen komdik saya untuk minta izin ikut ujian susulan. Dosen saya marah, dan dia bilang saya ga bisa ikut ujian susulan. Keluuu banget rasanya bibir saya waktu itu. Saya bisa aja bilang saya sakit, trus buat surat dokter, trus kasih ke dosen komdik saya itu. Beres deh. Pasti saya bisa ikut ujian susulan. Tapi yang saya lakukan adalah, saya mengatakan alasan yang sebenarnya kenapa saya ga ikut ujian mata kuliah itu. Saya tau, konsekuensi terburuknya saya ga boleh ikut ujian susulan, dan otomatis nilai saya 0.

Saya tau, tapi tetep aja kaget waktu dosen saya itu dengan ketusnya menggeleng dan menyatakan tidak bisa. Sebetulnya beliau ga salah, karna beliau sudah menerapkan peraturan yang berlaku di kampus. Ga pake embel-embel lunak. Kami sama-sama jujur.

Tapi lagi-lagi saya harus bilang, saya shocked. Untungnya ada dosen lain yang bilang kalau si  mahasiswa “E” (yang dekat sama dosen saya itu) juga ga masuk. Tiba-tiba…… peraturan jadi melunak. Dosen saya yang tadinya menolak saya ikut ujian susulan, sekarang memperbolehkan saya ikut ujian juga supaya “E” juga bisa ikut ujian susulan. Sempet sih ngerasa, oh diskriminasi sekali.. sampai saya nangis sekejer-kejernya malem harinya. Ga tahan diperlakuin begitu. Ohh jadi kalau saya yg “bukan siapa-siapa” ga boleh ikut ujian susulan. Ohh tapi kalau si “E” mahasiswa cemerlang itu boleh ikut ujian susulan. Manis banget hidup ini ya… Bikin saya nangis sesenggukan. Berasa bukan siapa-siapa. Berasa ga dianggep. Berasa didiskriminasi terang-terangan. Tapi sempet sih saya mikir dan justru terpecut, saya mau buktiin ke dosen saya itu kalau saya juga… pantas “dilihat”. Well, that’s a different story, tapi yang saya mau ceritain sebenernya.. berlaku jujur itu ga selamanya manis. Kadang bisa pahit kayak pengalaman saya ini. Tapi seenggaknya, saya merasa bangga sama diri saya sendiri. Meskipun pahit banget, tapi saya sudah jujur. Dan itu segala-galanya buat saya.

So this value of being honest, seperti menemani saya tumbuh dewasa. Menemani saya seperti pembatas di kanan kiri setiap langkah saya.. ya kadang-kadang saya meloncat keluar pagar.. tapi yang saya tahu, setiap kali saya melakukannya maka saya akan sangat menyesal. Sejauh ini, saya selalu berusaha tetap dalam pagar pembatas saya.. Saya berusaha tetap berpegang pada nilai-nilai hidup yang ditanamkan kedua orangtua saya sejak kecil. Atau nilai-nilai hidup baru yang saya pelajari ketika dewasa.. kadang saya melakukan ekperimen-eksperimen kecil, terbang keluar dari box saya. Melihat nilai-nilai hidup di luar. Mencoba memahami dan menghargai setiap pilihan manusia untuk nilai-nilai hidup yang dijalaninya. Saya belajar untuk tidak menjudge atau mengelompokkan nilai-nilai berdasarkan baik dan buruk.

Ngomong-ngomong, saya ceritanya udah panjang banget ya?

Hehehehe..

So yeees! I’m living with values. Sooo, this is going to be your 2011 resolution, Delin!

# Keep living life on your values.

d/e

Lada apa Kemiri?

17 Juni 2011 | At lorong gedung C

Sisca        : Delin, ini kemirinya banyak banget (menunjuk tumpukan bahan baku di lorong)                                                                                                    
Saya        : Kemiri? Bukan, ini lada..
Sisca       : Oh, lada… kok bentuknya mirip kemiri ya..

18 Juni 2011 | At Kantin

Mas Hasto    : Del, kemirinya mau dibuat minyak ya?
Saya                : heh? kemiri? lada..
Mas Hasto    : Kemiri…
Saya               : Bukannya itu lada ya?
Mas Hasto    : Itu kemiri..
Saya               : Oh.
Sisca              : Tuh kann, makanya aku bilang kemarin itu kemiri.

Ya Tuhan, ampuni dosa saya yang tidak bisa membedakan kemiri dan lada. Hsk.hsk.

Jangan pecat saya, Tuhan!

Malu atuh Deliiin… udah mah magangnya di pabrik makanan.. 😦

Ep.2

Mbak Nur    : Emang kemirinya buat apa?
Saya              : Ngg.. ga tau aku mbak.
Mbak Nur   : …..
Saya             : Coba nanti aku tanya dulu deh..
Mbak Nur  : Iya, sekarang juga ya Delin.. *dengan nada bercanda
Saya            : …..

SESATTTT!!! Delin sesaaaaaaaaatttt!!!

karna malu bertanya sesat di jalan

d/e

HELLO again, world!

Widih… sudah lewat dari sebulan saya ga posting di sini.  😀

In fact, there’s sooo much thing I want to tell. Not only in my daily notes, but also here. To you, world. Hey, happy earth day, by the way! 😀

I was thinking about turning off the lights and any other electricial stuffs for an hour during this night. It might be the very least we could do to postpone the global warming (which is already happened), however. Isn’t it easy? Just an hour for a longer priceless lifetime? So, yes, I’m NOT going to be a selfish disgusted human being this day. It is my pleasure and honor to give an hour or (even more) to cool down the earth. 🙂

Bangga saya!

Haha.

Ah.. ya, hidup saya sudah agak berubah akhir-akhir ini. Saya sudah produktif. Artinya, sudah menghasilkan uang tiap bulan. Yang boleh diartikan, saya sudah bekerja. Hehehe. Maaf agak susah ngejelasin status saya sekarang sebenernya. Pertama, saya memang sudah diterima bekerja. Tapi, saya tidak terhitung sebagai karyawan. Juga tidak memiliki job description. Posisi? Alhamdulillah punya.. hehe. Ini buat lega. Posisi saya disebut sebagai MT alias Management Trainee. Dan saya digolongkan ke dalam posisi MT untuk LP. apa itu LP? itu sejenis Lumpia yang berasa dari kota berinisial P. Ayo tebak tebak. Perancis! Ahah! Itu nama negara, sayang.. Paris! ehey! sejak kapan paris punya lumpia?? (Sejak nenekku lahir, suara lain terdengar). Jadi apa donk.. Palembang? Padang? Pekanbaru? Bukan bukan. LP itu singkatan dari Leadership program. Jadi memang perusahaan tempat saya sedang berada satu bulan setengah ini, memang punya visi misi untuk mencetak pebisnis-pebisnis yang beretika. Apa itu pebisnis yang beretika? Yah, kalau di dunia ini dikenal warna hitam putih. Baik dan buruk. Lalu surga neraka. lalu kanan dan kiri. Maka pebisnis yang beretika adalah pebisnis yang condong ke arah kanan. baik. 🙂 putih. dan surga. Amin.. 🙂

Boleh saya cerita lebih jelas soal status saya? Karna sebenernya dibilang gajian juga nggak. Dibilang kerja juga nggak.

Saya ga digaji, karna MT untuk LP memang tidak digaji. Mereka diberi uang saku. Yang besarnya, alhamdulillah cukuplah buat kredit mobil sama rumah. Ha! Iya, yang kredit untuk berpuluh2 tahun. Hwahahaha. 😛

Sejujurnya, buat title uang saku, ini bisa dibilang besar. Karna, kalau dihitung pakai jari saya.. besarnya beberapa kali lipat dari uang saku saya waktu kuliah. jadi, cukuplah buat kredit mobil sama rumah. TEUTEUP NGACO.

Dari awal saya dijelasin oleh.. MD-nya waktu interview tahap 2,  saya udah ngiler aja tuh pengen banget masuk perusahaan ini. Di catetan harian saya, saya pernah nulis .. dulu sebelum tau diterima di sini. Waktu saya habis ikutan job fair, dimana banyaaaak sekali perusahaan yang saya mampiri boothnya. Saya nulis di buku itu—dan saya masih ingat,… Dari sekian banyak perusahaan itu, ga ada yang berhasil menarik hati saya seperti JDC. Aaaah sebut merek! hehehe. Ya udah deh, keburu kecemplung kita. mari saya sebutin detailnya saja, sekalian promosi. 😀 JDC alias Januar Darmawan Venture Capital adalah perusahaan pembiayaan bisnis skala menengah. JDC ada di bawahnya JDF (Januar Darmawan Fund). Pak Januar Darmawan ini adalah pemilik sekaligus pendirinya JDF dan JDC ini. Nah, Pak Januar memang punya cita-cita untuk menciptakan pebisnis-pebisnis yang beretika. Di sini, tugasnya JDC-lah untuk mendidik si pebisnis-pebisnis ini supaya siap dengan dibekali oleh pengetahuan dan keterampilan, lalu siap untuk buat business plan, dan siap terjun langsung ke dunia bisnis. Ga seperti lembaga pembiayaan bisnis lainnya, JDC mau memodali pebisnis-pebisnisnya sampai 100%. Tapi untuk saat ini, JDC ingin setiap pebisnisnya menyetorkan saham minimal 1%. Jadi biar pebisnisnya juga punya sense of belonging. 🙂 Selama setahun, tiap calon pebisnis/entrepreneur (mari kita sebut sebagai cp), akan dididik selama setahun. Si cp ini bakal dikasih banyak jenis training, .. trus dimagangin di salah satu ppu (pasangan perusahaan) mereka, lalu dirotasi ke semua bagian. lalu bakal diikutin ke program pendidikan setara s-2, di sini disebutnya EDP (entrepreneurship development program) dengan pengajar-pengajar dari lingkungan perusahaan JDC dan ppu-nya maupun pengajar dari luar. Nah setelah satu tahun EDP, kalau s-2 wajib bikin thesis, di EDP, setiap cp wajib bikin proposal bisnis. Jikalau oke, akan dimodali oleh JDC. Jikalau tidak, cp ini bisa tetap ditempatkan di level manajerial di lingkungan JDC, atau kalau misalnya cp ini merasa pengen punya karir di luar, monggo dipersilahkan. Ga ada yang mengikat sih intinya. Tapi gatau juga sih apa JDC bisa dilamar lalu dinikahi atau tidak sehingga timbul suatu ikatan yang disebut sebagai ikatan sehidup semati dimana si penulis sedang merasa bingung dan akhirnya berhenti dengan omong kosongnya ini. Stop the crap!

Oke lanjut ya… jadi begitulah. Saya sedang berada di jalur itu.

Cuma, ya.. perjalanan masih panjang. My brother said to me, it’s like your future seems so bright, delin. I said to him, no. This journey is oooh still long. We don’t know what future might bring and just like Francis Bacon said, “Hope is a good breakfast, but it is a bad supper”. Yang artinya, ayo kita banyak makan sayur dan buah sebelum kanker menyusahkan hidupmu.

Lanjut lagi? Ya.. saya memang sedang berada di jalur itu. Tapi yang seperti saya bilang sebelumnya, perjalanan saya ke depan masih panjang. Saya bahkan masih dalam masa percobaan 3 bulan. Saya belum tahu akan ditolakkah atau diterimakah? Kayak dadu, maka saya masih sedang dilempar ke udara, dan saya sedang berusaha membuat sisi dadu yang keluar nantinya adalah sisi dadu yang diharapkan banyak orang. Sisi dadu terbaik saya.

Jadi begitu. Saya belum bisa dibilang bekerja. Karna jelas-jelas saya sedang belajar.

Saya juga belum bisa dibilang dapat gaji. karna saya memang diberi uang saku tiap bulannya oleh Pak Januar lewat lembaga keuangannya yaitu JDF. Tapi meskipun mereka menyebutnya uang saku, saya kok tetep ngerasa dapet gaji ya tiap bulannya. YAYYYY!! tetep seneng. karna akhirnya…. si delin bisa sedikit meringankan beban orangtua. 😀 akhirnya…. si delin ngerasain juga betapa sayangnya ngehambur-hamburin uang. secara uang ga gampang dicari ya, Delin?

Bukan gaji yang saya cari di sini, tapi lebih ke arah ilmu-ilmu yang akan saya dapatin. Pasti mupeng kan liat berlian dibagiin secara gratisan..? 🙂 that’s actually what I felt at the very first time. Mupeng. Hoho, tapi untunglah yah saya diberkahi oleh Allah dengan muka datar, jadi saya rasa waktu Pak Effendy interview saya dulu, muka mupeng saya tertutupi sama sekali! Selamat. prestasi yang luar biasa, Delin. hoho.

Oke mungkin segitu dulu kali ya cerita-ceritanya.

Kapan-kapan (sungguh kapan-kapan yang bisa diartiin entah kapan) dilanjutin lagi.

 

Cheeriooo!

Happy Earth Day.

 

d/e

Ps. Jangan lupa matiin lampu selama satu jam malem ini ya! Malem-malem berikutnya juga boleh banget! Siapa yang melakukannya, saya yakin seyakin-yakinnya akan dapet ciuman mesra dari bumi. hihi. 🙂

 

 

 

 

Azeek!

Jika sebuah post bertemu dengan kebetulan………

Pak Mario punya obat manjur
untuk sukses? 

Ada, tapi kapsulnya banyak, mau?

…Ya, mau!

OK, yang merah ini untuk
menghilangkan malas,
yang biru anti bimbang,
yang hijau anti menunda,
yang ini anti keluhan,
ini anti ngeyel,
ini mengurangi ketergantungan
pada tahyul dan dukun.

Terus, yang ungu ini untuk apa?

Supaya tidak lupa minum ini semua.

Terus, kapan minumnya?

Sore hari, setelah bekerja keras.

Lho?

He he he …

dari Pak Mario Teguh.

Sungguh, post ini sangat bermanfaat dan semoga mujarab bagi dia.. si orang yang lagi ngetik ini…. sepulang kerjanya.

Azeek!

Please tell me about yourself

It was actually a very simple question. But though it was, I found myself so hard to answer that question. It’s not because I don’t know who I am, it’s more because from what point I should start to describe myself. Course after the names, age, the education backgrounds, the this and that,.. the things that I used to mention on my CV. But then what? what else?

The last interview I had, was kind of disaster. I do mean it. I even can’t explain myself better. I answered the above question with only three sentences. I told the interviewer about my names, my birthdate, and……………… my college. Beautiful eh? I told you. It was kind of disaster. It was a hurricane!

And I finished my words by… a big grin. Wonderful. What an ending.

So, my brain was totally collapsed. The coordination between my Einstein (inversed) brain and my lips…. was disconnected.. completely detached off. I was about totally black-out. I didn’t know how and what to continue my answer. I couldn’t find the perfect and exact words to describe myself….. I was a total fatal loser. I would love to, “Yuhuuu.. hello delin, take it easy pleaseee”… but how come I could take it easy if I even couldn’t answer the very simplest thing like this. Within the million words I have, the decades of age, the hundreds time writing a paper, the hours talking with people, the years of education, I still haven’t had one single paragraph to describe about myself. My own self. Not anyone else’s.

…………..such a pity.

So, this describing-ownself-paragraph would be my new task. And my very first list of my 2011 resolution.

Ya, tada, everyone! I’ve just list one of my resolution. What a progress, eh? *laughing-crying-at-the-same-time

Catch you later, world!

d/e

Bebek. Bertelur. Kembar. 2011 !

Hello, world!

So this must be my very first post in 2011.  Kalau menurut tahunnya Chinese, ini tahunnya kelinci. Tahunnya shio saya loh.. bangga! Tapi menurut saya sih, ini tahunnya si bebek bertelur kembar. Coba perhatiin aja angka-angkanya. 🙂 mirip kan? … kalo ga mirip coba dimirip-miripin aja ya.

Ga kayak sebagian besar orang, saya belum pernah bikin yang namanya resolusi setiap nyambut tahun baru. Bukan, bukan karna saya ga setuju sama aksi itu. karna saya terlalu malas aja buat bikinnya. 😀 he. Tapi untuk tahun 2011 ini saya ga cuma mau buat resolusi aja, tapi REVOLUSI! Saya akan mengubah dunia dengan keduatangan mungil saya! Saya akan menggebrak HOLLYWOOD! Saya akan menikah dengan SUPERSTAR! Saya akan menjadi pengusaha dengan cabang bisnis di SELURUH ALAM SEMESTA! ga cuma bumi. tapi juga Mars, Venus, Jupiter, Saturnus, juga di bulan-bulannya. Saya akan menyaingi monopoli MICROSOFT! Saya akan menjadi bossnya BILL GATES! Punya rumah dan villa di dalam laut. Bisa ngobrol santai dengan LUMBA-LUMBA. HIU. PAUS. Juga plankton. Saya akan…. ya.ya. itu. masih banyak sih….. kalau mau berkhayal. eh maksudnya berevolusi. atau berevolusi? hakhakhak.

Saya tau, resolusi 2011 harusnya adalah hal-hal yang….. logically bisa dicapai. Begitu ya Delin?

Jadi… mungkin resolusi 2011 akan seperti ini:

1. asdherbrif jfrj fjrijkla jrhfruifkifd skejkw

2. jrjfiroefjirofj;f ajsdj sj/’p2983md rj3rh8ajhfs

3. hdeuhd345646jkl46n 882NMK2jdfendfke

4. hswuehhdnd 667JDHJERH&&(*@M FHEJ

5. HSDIOWEHD hdfjfe kasjiwsdjkedfie ajkhudheidhed djOQJWE NSK

6. weyuiiiiiiiiiiiewhdx hjsdgwebdy JAHSGWYQJWHE hjweyweiqelbd dbhkwudakdhe dj2jkdjkadjaskdheu dewurhudwehdeidedhwed

….

Sorry, pals. ini rahasia jadi bahasanya telah dienskripsi. bukan untuk konsumsi publik. Soooowwwwwrrrriii..

 

Sebenernya emang belum ada sih. Mungkin ada, tapi akan saya tuangin di ember lain.

Jadi gimana dengan kalian? Pastinya ada ya. Saya yakin ada. Tuh saya aja yakin kalian punya resolusi, jadi harusnya kalian juga yakin punya. In my opinion, yang namanya resolusi a.k.a target a.k.a harapan a.k.a mimpi a.k.a keinginan pasti semua orang punya. Cuma yang ngebedain, ada yang ditulis sehingga visible, ada juga yang disimpan sehingga invisible. Ada yang saya tau, kamu tau, semua orang bisa tahu. Ada yang cuma diri sendiri dan Tuhan saja yang tahu. Jadi.. terserah mau bentuknya kayak gimana… yang paling penting ada. hadir. di suatu tempat. jadi setiap orang punya. Dan yang terpenting sadar kalau kita semua punya mimpi.. jadi waktu mimpi itu terwujud, sadar diri juga untuk bersyukur.

🙂

so so so. Happy 2011! Happy bebek bertelur kembar!