Sides.

It’s a beautiful Monday morning.. I drove my (parent’s) car slowly. Cukup 40-50 km/ jam. Dan 60-70 km/jam untuk tol. Slowly, literally. Kadang kepikiran ngikutin truk yang berjalan lebih lambat di jalur sebelah kiri. Tapi lalu mengurungkan niat, karna sepertinya itu bakal kelihatan aneh. Tho’ I thought it’s gonna be fun.. slowly, di belakang truk, kayak keong yang lagi ngikutin gajah.

Biasanya dengerin 102.2 FM sepanjang perjalanan ke kantor.. Bedanya pagi ini, saya lebih milih teken tombol DISC. Dan dengerin lagu-lagu mellow yang selow. Like my driving. Oh, then my eyes slowly teary.. but frankly, ga netes. Cuma ngegantung aja. Seperti melihat jalan lewat kaca yang basah. Bahaya, I know.. tapi terus air matanya baik, dia cuma berdiam di ujung mata. Mungkin tahu kalau saya sedang menyetir.

Saya tidak menangis seperti pagi di beberapa hari yang lalu. Kali ini cuma berkaca-kaca. Padahal sebetulnya saya ingin menangis banyak. Nangisin apa juga ga tau. Mungkin tahu, tapi lalu mau berpura-pura tidak tahu.

Seperti slides, pikiran saya bergantian mengingat apa yang terjadi belakangan ini. Kalau makanan, mungkin seperti sajian menu yang berantakan yang rasanya ga karuan dan akan dilempar Chef Ramsay ke tong sampah sambil nyebutin kata-kata kotor tepat 3 cm di depan muka saya. Yang kemudian basah, karna kena cipratan ludahnya juga.

Mungkin saya tahu kenapa saya tidak bisa menangis pagi itu. Beberapa kali dentuman di balik tubuh saya mengalunkan irama gembira. Mengingatkan saya pada pagi biasanya. Saat-saat saya bernyanyi di dalam mobil, mencoba menyanyikan lagu yang saya tidak hafal liriknya, saat-saat tubuh saya mencoba bergerak (kalau tidak boleh dibilang berdansa haha) mengikuti irama lagu dan hati, atau saat-saat saya menatap sejenak ke atas memperhatikan langit yang selalu indah itu.

Dentuman bahagia, kabar baik, dan gambaran indah. Hal-hal itu tidak pernah membuat saya menangis.

Hati dan tubuh saya begitu baiknya. Mereka tidak membiarkan saya menangis pagi itu. Setelah kejahatan-kejahatan yang saya lakukan pada mereka.

Setelah kejahatan-kejahatan yang saya lakukan pada mereka.

Setelah kejahatan-kejahatan yang saya lakukan pada mereka.

Hal-hal ini yang membuat saya lalu ingin menangis.

Di pagi hari itu.

 

d/e

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s