Something about heart

Waktu : 12 -something

Lokasi : Pak JD dan Bu Indira’s 50th wedding anniversary

Cowo itu tinggi. Pakai jas. Rapih. Keren. Cakep. Badannya oke. Dan dia terlihat makan sendirian.

Saya yang menemukan cowo keren nan tampan ini, langsung ngebisikin mba Retno yang lagi makan di samping saya. “Mba, ada cowo keren. Liat ga?”. “Iya, gw juga merhatiin”. Mata saya mencari-cari keberadaan Tita, just to make her know our penemuan kita ini. Tapi ternyata dia makannya agak jauh.. so, saya ngelanjutin makan sambil mata saya terus mengikuti geraknya si cowo tampan itu.

Kamu pernah nonton drama Korea kan? Biasanya pemeran utamanya itu cowo tampan yang WOW (am I too exaggerating here?). Hmm, nah si cowo itu mirip yang biasa di drama korea itu.. hahahaha.. Trus gatau kenapa ya ngebayangin kayaknya dia cocok gitu sama Tita. Tapi trus imaginasi saya berubah dengan saya membayangkan saya yang bersama cowo itu. HAHAHAHA.

Oke, so, ketika cewe-cewe jombloh ini berkumpul ternyata Tita juga sudah notice keberadaan cowo itu. Mba Retno manggil cowo ini sebagai SUJU. Dan ga disangka-sangka waktu mba Gina nimbrung, dia juga sudah notice si cowo itu. “Iya, tadi gue liat dia sama nenek sama orangtuanya juga kayaknya”. Jadi dia memang “sendiri” dalam arti ga bawa pasangan, sowdara-sowdara.

Apakah kemudian ini terlihat seperti sebuah harapan? Yahhh, mungkinnnn.. buat kamu yang cukup berani nyolek seorang cowo di tengah-tengah kerumunan tamu-tamu. Dan lalu bilang, “Hey cowo, boleh kenalan?” atau yang lebih ekstrim “Hey cowo, sendirian aja? Mau jadi pacar aku ga?”. Tapi sebelum saya berani ngelakuinnya, dunia keburu kebalik. Dan saya keburu jatuh dan melayang-layang di angkasa. WHICH IS. it’s not me, dude. Lagian itu cowo kegantengan dan kekerenan.. hahaha.. Too good to be true. Dan seperti tamu-tamu lainnya, kelihatannya aku dan mba retno dan tita, cuma cukup mengingat moment penemuan cowo ganteng itu saja. Dan menjadikannya bahan obrolan yang cukup HOT.

Pulangnya, mba Gina cerita kalau tadi pas cowo ganteng itu pulang, dia dan orangtuanya sempet ngeributin dimana neneknya. Trus cowo itu balik lagi ke ruangan dan kembali bersama neneknya, dan sempet nyengir ke mba gina dan bilang, “Nenek saya ketinggalan”. Hwahahahaha.

Oke, itu selingannya.πŸ˜›

I don’t know when it started, tapi yang saya ingat ketika di parkiran Cibubur Square, mba Retno cerita kalau dia sudah pernah yang namanya pacaran sama cowo ganteng. Dari cowo paling ganteng, sampai cowo paling ganteng yang diidolain cewe-cewe satu kota. “But it is something in heart” kata mba Retno sambil menutup ceritanya itu.

“It is something in heart”

Ya juga ya. Mau sebagus apapun visualnya, kalau dia ga membuat hati kamu terus bahagia dan berbunga-bunga setiap saat, buat apa juga? Jadi memang semua harus balik lagi ke hati kali ya. Kalau hati terus-terusan ngerasa sakit kenapa juga kita terus tutup-tutupin dengan bilang bahwa kita masih mencintai orang itu? Hati kan ga pernah bohong, ya ga? ..Idih, ngomongnya jadi dalem gini.. Hahaha.

Tapi kalau memang ada yang visualnya bagus dan membahagiakan hati, kenapa ngga? Itu namanya JACKPOT. Dan jackpot hanya bagi orang-orang yang beruntung. One in a billion star. (Semoga saya menjadi bagian dari orang-orang yg beruntung itu. AMIN. hahaha tetep ngarep) (Eh tapi saya sekarang lebih nyari yang membahagiakan hatiπŸ˜€, yang bisa bikin senyum setiap saat *ea)

Ps. tetap prioritaskan hati!

See ya, world! (Apparently di posting yang sebelum2nya itu sebenernya saya mau menulis sesuatu, banyak satu sebetulnya, tapi ga ketulis2. Next time, perhaps?πŸ˜› )

d/e

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s