Skripsi: TINGKAT PENERIMAAN BUKU CERITA BERGAMBAR SEBAGAI MEDIA PENDIDIKAN GIZI DAN PENGARUHNYA TERHADAP PENGETAHUAN GIZI ANAK SEKOLAH DASAR

Hello! Regarding to the last post, I’ll be sharing my things to you. Hehehe. So here it is, my final paper when I was studying my bachelor degree in IPB. Semoga bermanfaat ya.. Kamu bisa download file pdf-nya di bawah ini (FULL VERSION). Please feel free to download the file ya, asal jangan disalahgunakan saja.😛

Skripsi Delina (I14062451)

Yang ini, saya lampirkan abstraknya:

DELINA CITRYANI IKADA. The Effect of Nutrition Education with Picture Story Book on Nutrition Knowledge of Elementary School Children and Their Acceptance Level. Under direction of IKEU TANZIHA and SITI MADANIJAH.

The study assessed the effect of picture story book as nutrition education media which was aimed at increasing nutrition knowledge of elementary school children and their acceptance level of the media. This research was using quasy experimental study with pretest-posttest control group design. The study was undertaken in SDN Ciriung 02, Cibinong, Bogor, Indonesia, with 5th grade children as the subjects. Subjects comprised 81 children: 40 children in class A as the intervention group and 41 children in class B as the control group. The methods included pretest a week before the intervention, the intervention, posttest right after the intervention, and follow-up posttest a month after the 1st posttest was held. At the intervention phase, only the intervention group who were given the picture story book. Each of the children was allowed to read the book by himself. The books were given on one occasion only. The results showed that children in the intervention group had an average increase in nutrition knowledge (56.0 ± 12.7 to 82.4 ± 13.8) that was significantly (p<0.05) greater than the increase estimated in control group (61.8 ± 11.5 to 66.5 ± 12.8). After a month, there was a decrease in nutrition knowledge of the intervention group (from 82.4 ± 13.8 to 77.8 ± 15.8). However, this 2nd posttest result in the intervention group was significantly (p<0.05) better than in the control group (67.1 ± 13.5). The acceptance level of the media was high. About 82.5% children categorized as “very” like to the book, while the rest (17.5%) of children categorized as “quite” like to the book.

 Keywords: effect of picture story book, nutrition education media, nutrition knowledge, acceptance level, elementary school children

Yang ini adalah bahasa indonesianya:

DELINA CITRYANI IKADA. Tingkat Penerimaan Buku Cerita Bergambar sebagai Media Pendidikan Gizi dan Pengaruhnya terhadap Pengetahuan Gizi Anak Sekolah Dasar. Dibimbing oleh IKEU TANZIHA dan SITI MADANIJAH

Pada masa anak-anak, bermain merupakan sarana edukasi yang penting dalam mengeksplorasi otak. Oleh karena itu, konsep pendidikan yang paling sesuai pada masa ini adalah konsep pendidikan yang dipadukan dengan bermain. Salah satu sarana edukasi yang sesuai dengan konsep menyenangkan adalah melalui buku cerita bergambar. Pesan-pesan gizi yang merujuk pada Pedoman Umum Gizi Seimbang (PUGS) yang ingin disampaikan dalam buku cerita bergambar divisualisasikan dalam bentuk gambar-gambar dan alur cerita yang menarik. Gambar, sebagai salah satu media komunikasi, melengkapi bahasa lisan dan tulisan dalam menjelaskan keberadaan suatu obyek. Gambar merupakan media yang efektif untuk mengungkapkan gagasan karena lebih mudah dicerna. Kesinambungan antara gambar dengan alur cerita yang menarik dapat menstimulasi otak anak untuk menerima pesan dan mengingatnya dengan baik.

Tujuan umum penelitian ini adalah mengetahui tingkat penerimaan dan pengaruh media pendidikan gizi berupa buku cerita bergambar terhadap pengetahuan gizi anak usia sekolah dasar. Tujuan khusus penelitian, yaitu: 1) Mengidentifikasi karakteristik contoh dan keluarga, meliputi jenis kelamin, usia, urutan kelahiran, hobi dan minat contoh, agama, asal daerah, pekerjaan orangtua, dan besar keluarga; 2) Mengetahui dan menganalisa tingkat penerimaan contoh terhadap buku cerita bergambar ”Aku ingin Sehat” dilihat dari tingkat kesukaannya; 3) Menganalisa pengaruh media pendidikan gizi buku cerita bergambar ”Aku ingin Sehat” terhadap tingkat pengetahuan gizi contoh.

Metode penelitian adalah quasy experimental study dengan pretest-posttest control group design. Penelitian dilakukan di sekolah dasar yang dipilih secara sengaja atau purposive, yaitu SDN Ciriung 02, Cibinong, Kabupaten Bogor. Penelitian dilakukan dari bulan April hingga Oktober 2010. Kriteria contoh adalah anak laki-laki dan perempuan yang berada pada periode emas membaca yaitu 8-12 tahun, bersedia menjadi responden penelitian, dan mengikuti setiap tahapan penelitian. Penarikan contoh dilakukan dengan cara purposive, yakni dipilih dua kelas dari kelas 5 yang memiliki prestasi atau rata-rata nilai pelajaran yang hampir sama berdasarkan keterangan dari pihak sekolah. Selanjutnya, dari kedua kelas tersebut dilakukan pemilihan, yakni dipilih satu dari dua kelas tersebut yang akan menjadi kelompok contoh atau menjadi kelompok intervensi. Kelas 5A yang berjumlah 40 orang terpilih sebagai kelompok kontrol, sedangkan kelas 5B yang berjumlah 41 orang terpilih sebagai kelompok intervensi. Tahapan perlakuan terdiri dari pretest seminggu sebelum intervensi, intervensi, posttest 1 sesaat setelah intervensi, dan posttest 2 sebulan setelah intervensi. Pada tahapan intervensi, kelompok intervensi diberikan buku cerita bergambar dan dibiarkan untuk membacanya sendiri. Pemberian buku cerita bergambar dilakukan hanya satu kali.

Langkah penyusunan buku cerita bergambar diawali dari pemilihan tema, pembuatan judul dan ringkasan, pembuatan alur cerita, kemudian proses ilustrasi hingga proses pencetakan. Ilustrasi dan layouting dibuat secara komputerisasi dan semi-manual, menggunakan teknik brushing di Adobe Photoshop CS3 dan dibantu dengan pen-tablet Wacom. Data yang terkumpul dari kuesioner diolah melalui proses editing, coding, scoring, entry data ke komputer, cleaning data, dan analisis data. Data diolah menggunakan program komputer Microsoft Excell dan SPSS versi 16 for Windows untuk penarikan kesimpulan. Selanjutnya data dianalisis dengan metode deskriptif dan inferensia.

Sebanyak 44% contoh berjenis kelamin laki-laki, dan 56% contoh berjenis kelamin perempuan. Sebagian besar contoh berusia 10 tahun (72.8%), dengan rata-rata usia 10.1 ± 0.6 tahun. Agama yang dianut oleh sebagian besar contoh adalah Islam (91.4%). Sebagian besar contoh (44.4%) merupakan anak pertama atau anak dengan urutan kelahiran ke-1. Tidak ada perbedaan yang signifikan untuk variabel jenis kelamin, usia, agama, dan urutan kelahiran antara kelompok kontrol dan kelompok intervensi (p>0.05). Sebagian besar contoh berasal dari daerah Jawa Barat (35.8%). Pekerjaan orangtua (ayah) contoh sebagian besar pegawai swasta (55.6%), sementara pekerjaan orangtua (ibu) contoh sebagian besar ibu rumah tangga (72.4%). Sebagian besar contoh tergolong ke dalam keluarga sedang dan kecil, dengan persentase 50.6% dan 46.9%. Rata-rata besar keluarga contoh adalah 4.8 ± 1.1 orang. Tidak ada perbedaan yang signifikan antara kelompok kontrol dan intervensi untuk asal daerah, pekerjaan orangtua (ayah), dan besar keluarga (p>0.05). Tetapi, ada perbedaan yang signifikan untuk pekerjaan orangtua (ibu) (p<0.05).

Olahraga adalah hobi yang dipilih oleh sebagian besar contoh (86.4%). Buku teks/ pelajaran sekolah adalah buku yang paling sering dibaca oleh contoh (54.3%). Komik dan buku cerita bergambar adalah buku yang paling disukai contoh (45.7% dan 38.3%). Sebagian besar contoh memilih buku dengan gambar dan cerita sebagai buku pengetahuan yang menarik (44.4%).

Sebagian besar contoh menyatakan cerita dalam buku cerita bergambar sangat menarik (92.5%), isi cerita buku sangat mudah dipahami (55.5%), ukuran tulisan pada buku sudah cukup terbaca (100.0%), dan gambar dalam buku sudah sangat menggambarkan isi cerita (65.0%). Secara keseluruhan buku, sebagian besar contoh tergolong sangat menyukai (82.5%). Sebagian besar contoh memilih gambar dan cerita sebagai bagian yang paling disukai dari buku (80.0%). Tidak ada satupun bagian dari buku yang tidak disukai contoh. Hasil uji menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan (p>0.05) antara tingkat kesukaan dengan usia, jenis kelamin, hobi, jenis buku yang disukai, dan pendapat mengenai buku yang menarik. Tetapi, jika taraf signifikansi ditingkatkan menjadi 10% maka ada hubungan yang signifikan (p<0.10) antara tingkat kesukaan dengan jenis kelamin contoh.

Rata-rata skor dan kategori pengetahuan gizi kelompok intervensi meningkat setelah pemberian buku cerita bergambar, dari sebelumnya tergolong kurang (56.0 ± 12.7) menjadi baik (82.4 ± 13.8) (p<0.05). Setelah satu bulan, rata-rata skor dan kategori pengetahuan gizi kelompok intervensi menurun, dari kategori baik (82.4 ± 13.8) menjadi sedang (77.8 ± 15.8) (p<0.05). Hasil uji beda menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan pada setiap perubahan kategori pengetahuan gizi tersebut (p<0.05). Adanya penurunan kategori pengetahuan gizi setelah satu bulan menunjukkan bahwa pengetahuan gizi yang diperoleh dari pemberian buku cerita bergambar sebanyak satu kali kurang dapat mempertahankan pengetahuan gizi jangka panjang. Meskipun begitu, pemberian buku cerita bergambar ini tetap dapat meningkatkan pengetahuan gizi contoh dibandingkan dengan sebelum buku cerita bergambar tersebut diberikan. Hal ini juga terbukti dari rata-rata skor pengetahuan gizi kelompok intervensi yang masih lebih baik daripada kelompok kontrol.

Besarnya pengaruh pemberian buku cerita bergambar terhadap pengetahuan gizi contoh dilihat dari hasil regresi linier sederhana. Hasil uji regresi linier sederhana menunjukkan bahwa pemberian buku cerita bergambar berpengaruh positif terhadap peningkatan pengetahuan gizi contoh. Pengaruh ini akan berkurang terhadap retensi memori jangka panjang pengetahuan gizi contoh, sehingga perlu diadakan pengulangan pemberian buku cerita bergambar kepada anak dalam jangka waktu tertentu.

Pendidikan gizi pada anak usia sekolah dasar perlu diperhatikan secara serius. Pemilihan media yang tepat sangat diperlukan untuk meningkatkan efektivitas penyampaian pesan atau informasi gizi dan kesehatan. Media pendidikan gizi sebaiknya dibuat dengan konsep yang menyenangkan bagi anak. Buku cerita bergambar dapat menjadi salah satu alternatif media pendidikan gizi yang dapat digunakan. Media pendidikan gizi sebaiknya tidak hanya diberikan satu kali, tetapi beberapa kali dengan tetap memperhatikan intensitas dan jarak waktu pemberian, serta variasi metode lain untuk menghindari timbulnya kebosanan pada anak.

——————

Kalau ada pertanyaan berkaitan dengan skripsi ini, kamu bisa tanya-tanya ke aku.. ehem. siapa tau aku masih inget, hehehe. Eh serius, kirim email aja ya ke delina_ikada@yahoo.com .  InsyaAlloh saya bantu sebisa saya. Oh kalau mau beri saran atau insights (asik!) juga boleh.. You’re more than welcome.

Oh ya berkaitan dengan skripsinya, saya membuat sendiri untuk buku cerita bergambarnya. Kalau ada di antara temen-temen yang butuh buku cerita bergambar soal gizi untuk anak-anak SD, bisa hubungi saya ya. Siapa tau mau liat-liat dulu.. hohoho. Atau mau diprint untuk kebutuhan penyuluhan gizi misalnya? Feel free to contact me. I’ll be more than happy to help.

Semoga bermanfaat.

Have a great day!

d/e

Ps. See, dun? I’ve made my promise. Hehe.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s