Hwakakakaka

Hey, kalian pernah denger? suara ketawa orang yang bener-bener.. sungguh-sungguh… bernada “Hwaakakakakakakakaka”??

Saya kira itu.. si suara ketawa itu cuma hasil halusinasi atau imaginasi sebagian orang aja. Maksudnya, emang bener ada gitu orang ketawa dengan krekkkk “K” di tengah-tengahnya? macem mana pula itu.. tak percayalah ambo. Pasti hanya dramatisasi dari komik-komik jepang aja.

Tapi ternyata..

SUARA KETAWA ITU BETULAN ADA, dooonk. Saya baru denger malem ini. Dari sepasang suami istri yang bertamu ke rumah saya: Oom Buyung dan Tante. Hehehe. Itu Oom sama tante saya terakhir main ke rumah kayaknya pas saya masih kecil banget. Trus sekarang pas main ke rumah, ngobrol-ngobrol sama mama papa saya… terkuaklah itu suara ketawa ajaib mereka. Hwakakakakakakakakaka!

Tante: “Iya ceritanya ini mau sekalian pesen kue… Hwakakakakakakakakakakaka!”

Oom Buyung: (barengan) “Hwakakakakakakakaka”

Mama: (menjawab entah apa saya lupa, tak penting-penting banget)

Tante: “Hwakakakakakakakaka… (lanjut ngomong apa).. hwakakakakakakakaka”

Oom Buyung: (barengan) Hwakakakakaakak.. hwakakakakaka”

Obrolan berlanjut… dan selalu setelah selesai kalimat diakhiri dengan “hwakakakaka.”

Mama… Papa.. Oom Buyung… “hwakakakakakaka”.. Tante… “hwakakakakakakakaka”.

Dan selalu ketawa hwakakak itu dilakukan berbarengan. KEREN. Kooocaaakkk.. bwahahahahahahaha.

Serius loh? Beneran dengan “K” bukan “H”. Kalian pasti ga percaya..hwakakakakakakaka.

Hey, hari ini Natal! Jadi, saya mengucapkan selamat natal bagi yang merayakan..šŸ™‚.Ā  We wish you merry christmas! we wish you merry christmas!.. we wish you merry christmas and a beautiful and happy new yeeeaaarrr..šŸ™‚

Mengucapkan selamat hari raya untuk penganut agama lain bagi saya tidak haram. Hehe. Meskipun, sebagian besar ahli agama saya bilang itu tidak boleh. Tapi, saya punya perspektif lain soal ini. Jadi, saya mohooonnn oohh dengan sangat.. tolong jangan pertanyakan keislaman saya setelah ini. Saya lahir di keluarga yang.. multi etnis.. multi agama..Ā  Ini karna nenek saya, popoh, atau ibu papa saya, memberikan hak sebebas-bebasnya pada ke-15 anaknya untuk memilih agamanya sendiri. Jadi, saudara-saudara papa saya ada yang agamanya Kristen, Konghucu, Buddha… dan Islam.šŸ™‚

Mata mereka sipit-sipit.. kulit mereka putih-putih…

Tapi mereka datang dan mengucapkan selamat hari raya waktu kami berlebaran.

Saya pikir, hidup ini akan lebih indah kalau saya juga melakukan hal yang sama pada mereka. Berhenti sinis. Berhenti berprasangka buruk. Berhenti menghujat. Mulai menghargai. Mulai menghormati. Jika tentang keyakinan, maka itu ada di dalam hati saya. kamu. kita. Jika tentang keyakinan, maka itu soal saya. diri saya sendiri. bukan kamu, dia, atau kita.

Jika ini soal iman, maka itu adalah antara saya dan Dia. bukan saya dan kamu, saya dan dia, saya dan mereka, atau saya dan kita.

Jika ini soal haram, maka itu adalah babi. darah. merokok. membunuh. menghujat. berprasangka buruk. menyalahkan orang lain. berpikir negatif. dan lainnya.

Mengucapkan selamat hari raya bagi umat beragama lain bukan sesuatu yang buruk. Yang dapat mempertanyakan keimanan kita. Bukan sesuatu yang haram layaknya membunuh atau minum darah atau makan daging babi dengan sengaja atau menindas orang lain atau korupsi atau apalah itu silahkan melanjutkannya sendiri.

Mengucapkan selamat hari raya adalah seperti kado kecil yang bisa saya berikan untuk umat beragama lain. Yang bermakna apresiasi. Yang bermakna ketulusan. Yang bermakna Go kedamaian! Go hidup berdamping-dampingan! Go hidup beriring-iringan! Bukannya tujuan kita sama ya? Tujuan kita satu?

Yaitu Tuhan.

 

d/e

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s