Beda antara Seni dan Desain

This time I will share to you about what exactly the differences between ART and DESIGN.. I’m not a designer, by the way, nor an artist.

I’m just…. let say….. orang awam. with no capability in those fields. But ya, I confess I have a crush on itπŸ˜› so I’m here! and going to tell you about something I know after stealing my brother’s magazine: VERSUS.

Ps. I’m not a good story teller, jadi hanya berani ngutip tulisan orang lain langsung dari aslinya. Ga apa-apa ya.. Sumber majalah dan penulisnya pasti saya cantumin di dalemnya.πŸ˜€

I just really want to share it badly…😦

Sebelum saya membaca artikel tentang perbedaan SENI dan DESAIN dari majalah Versus ini, yang saya tahu perbedaan mendasar dari seni dan desain adalah… Seni itu lebih pure, murni. Sementara desain lebih komersiil. Seni itu bicara sendiri, kadang yang tau artinya cuma penciptanya aja. Desain bicara ke banyak orang. Jatuhnya lebih komunikatif.

Nah, itu kan pendapat saya aja… Tapi setelah baca artikel di majalah Versus edisi Februari 2008 (jadul ye..? tapi info tetep oke kok buat dibaca), pengetahuan saya tentang perbedaan seni dan desain jadi lebih luas… Nah, sebenernya ada banyak artikel lebih panjang yang ngebahas tentang perbedaan seni dan desain di majalah Versus ini.. cuma, karna keterbatasan waktu, saya ketik ulang yang bagian terakhirnya aja yaaa… tapi udah meliputi intisarinya kok.. tenang, tenang,.. yang tidak tenang silahkan keluar dari kelas!!!

Judul artikelnya….

Kapan Seni menjadi Desain?

oleh Hanny Kardinata

(Versus Feb 08)

Batas antara seni dan desain mungkin terbangun ketika kaum modernis Barat mulai memilah istilah “kegunaan” dan “estetik”. Desain sebagai kata benda merujuk pada hasil akhir dari sebuah proses kreatif yang memperhatikan aspek fungsi dan estetika. Dalam prosesnya, guna mencapai objective-nya, desain menggunakan metode riset, diskusi, ataupun studi banding atas desain yang sudah ada sebelumnya. Dengan kata lain, desain tercipta melalui perencanaan yang rumit dan diimplementasikan dengan hati-hati agar apa yang menjadi tujuannya tercapai (client problem sets), desain memiliki tujuan di luar diri desainernya.

Berbeda dengan desain, seni tidak memiliki aturan tertentu, sang seniman menciptakan aturannya sendiri. Seorang seniman bebas mengemukakan apa saja, dan dengan cara apa saja, tanpa harus menjelaskan bagaimana dan mengapa ia membuat karyanya sedemikian rupa. Menurut Ary Dananjaya (pematung), seniman berkarya untuk dirinya sendiri (their own problem sets) dan memperbolehkan masyarakat ikut menikmati dan menghargainya, sementara desainer perlu ‘berbicara’ kepada masyarakatnya.Β  Designers try to solve problems for others, artists solve problems they themselves invent. Pendapat yang kurang lebih sama dikemukakan oleh Rotua Magdalena Pardede Agung (seniman, desainer)– “wowww she got both!”) bahwa ketika seni mau menyampaikan hal-hal dengan konsep narasi, dan pesan-pesan di luar pikiran atau perasaan individunya, maka dia hadir sebagai desain (dengan pesan yang ingin disampaikan kepada pengamatnya).

Nah, udah deh, sebenernya masih ada lanjutannya… tapi menurut saya dua paragraf di atas sudah cukup mewakili.. Yang masih penasaran, silahkan cari majalah versus edisi februari 2008. Kalo masih ada ya… hahehehe. piss ah. Atau mau pinjem punya saya ini?Β  Boleh…

Ngomong-ngomong soal boleh…

Bolehkah saya udahi dulu percakapan monolog ini?

Kapan-kapan bolehkah saya lanjuti lagi?

Boleh ya..

Boleh boleh….

Boleh dadah juga ga?

Boleh kan?

Dadah…dadah…

Ps. akhir2 ini saya sedang membenci dengan sangat sangat monster jelek buruk rupa bau buluk ga karuan bikin hoek bernama SKRIPSHITTTTT. Ya, itu jelas nama yang cocok untuknya. Bukan skripsi, apalagi skripsweet. No, hell.. I just want to show you the truth.

Dadah lagi ah..

Muah!

d/e

=================================================

Hey, there!πŸ™‚ Boleh minta tolong? Saya butuh partisipasi kamu dalam survey ini:

Survey sepatu

Cuma jawab 22 pertanyaan aja kok seputar sepatu. Tolong isi ya kalau lagi sempat.. Makasih banyaaaak untuk bantuannya!

Delina

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s