Narcissus

Hey, world, let me talk about Narcissus this time…🙂

Who is Narcissus?

Menurut mitos Yunani, Narcissus adalah anak dari seorang Dewa dan Dewi. Narcissus dilahirkan dengan wajah yang super duper tampan. Sampai-sampai banyak cewe maupun cowok yang suka sama dia. Bahkan bisa dibilang sampe cinta mati segala. Tapi sayangnya, gak ada satu pun dari mereka yang dipilih sama Narcissus. He even said, “Kenapa saya harus bersanding denganmu? Kamu ga pantes buat saya”. Kejam memang. Bahkan ada salah satu cerita yang bilang kalau ada laki-laki yang menebas lehernya sendiri dengan pedang di hadapan Narcissus setelah cintanya ditolak mentah-mentah.

Mitos bilang Narcissus sangat sombong. Mentang-mentang wajahnya tampan, dia jadi ngerasa high-quality dan menganggap semua orang gak pantes buat dia. Dia gak tau kalau orang-orang yang udah dia tolak, berdoa sama Tuhan supaya suatu saat Narcissus bisa ngerasain gimana sakitnya ditolak. Lalu doa-doa mereka pun dikabulkan. Narcissus dihukum sebagaimana yang mereka pinta. Dia jatuh cinta sama bayangannya sendiri yang terpantul di permukaan danau (jaman dulu belom ada kaca kali ya). Dia gak mengetahui kalau itu adalah bayangannya sendiri. Dia pikir itu orang yang tinggal di bawah air. Tapi sewaktu dia sentuh, wajah rupawan yang merupakan bayangannya itu malah kabur dan akhirnya dia gak berani nyentuh lagi karna takut orang yang dia sukain itu pergi. Dia bener-bener jatuh cinta dengan ketampanan bayangan itu. Sepanjang waktu dia terusss aja ngoceh soal “betapa rupawannya kamu…”, “oh aku suka padamu…”,… sampai seluruh tenaganya habis. Bener aja kan orang yang lagi jatuh cinta bisa lupa makan… Dannn, akhirnya dia meninggal di pinggir danau itu dengan membawa perasaan sedihnya karna merasa sudah dikecewakan. Dia ngerasa orang yang dia sukain nggak pernah mau peduli sama dia. Bicara pun nggak.

Jasad Narcissus kemudian berubah jadi bungan yang cantik. Bunga ini sampai sekarang disebut sebagai bunga Narcissus. Nama populer lainnya dari bunga Daffodil.

What do you think after reading the story?

Dari cerita di atas, pasti semua orang nganggep Narcissus pantes dapat hukuman itu karna dia terlalu sombong, terlalu membanggakan dirinya sendiri. Tapi mitos terlalu mojokkin Narcissus. Coba deh kalau kita memposisikan diri kita sebagai Narcissus (ada yang getok-getok meja kah sambil bilang “naudzubillah”?). Ketika semua orang jatuh cinta dan menyatakan perasaannya pada kamu, tapi gak ada satu pun dari mereka yang kamu suka. Nah, itu masalah yang dihadapin Narcissus. Dia sudah keren lho.. karna dia ga mau ngebohongin perasaannya sendiri. Dia tolak semua gadis-gadis dan cowok-cowok itu karna gak ada yang bener-bener dia sukain… The truth hurts. But Lie kills.

Entah mengapa, saya malah nemuin sosok pria yang kesepian di diri Narcissus. Nggak ada orang yang dia cintai di sebelahnya dimana ada saat-saat dia bener-bener butuh seseorang di sampingnya. Sementara orang-orang ngegunjing dia. Bilang dia sombong… terkutuk…. kejam….. Hey!! bukan salah dia kalau terlahir dengan wajah super tampan. Dia sama aja kok kayak kita semua. He needed someone yang memang dia cintai. Kita ga berhak (kita?? saya aja ya) menjudge dia sombong hanya karna dia telah menolak banyak perasaan orang-orang. Itu namanya gak adil. Bahkan hukuman yang dijatuhin ke dia pun rasanya gak adil. Kebayang donk waktu dia pikir udah nemuin “someone”nya, dan bener-bener jatuh cinta pada akhirnya… ternyata itu malah bayangannya sendiri.  Sue..

Poor Narcissus. Seandainya saja dia bisa nemuin kekasih pujaannya. Seandainya saja mereka (orang-orang yg udah doa jelek itu) mau ngerti betapa Narcissus sudah nunggu lama sampai bisa ketemu orang yang memikat hatinya. Hm.. Narcissus gak lebih dari seseorang yang kesepian menanti cintanya…. (kayak denger ada yg muntah di belakang).

Ya, Narcissus……… tega bener ya orang yang bawa-bawa nama kamu buat nandain personality disorder.

However Narcissus….. terlepas dari cerita ini bener atau ngga. well, this is only a myth by the way…

Saya tetep mendoakan kamu.

May you find your love whereever you are now.

PS. Call me, PRO-NARCISSUS. STOP USING HIS NAME TO NAME PERSONALITY DISORDER.

Sincerely,

Delina.🙂

7 thoughts on “Narcissus

  1. umm, jadi pengen komen.
    saya pernah dapet cerita terusannya dari seorang ustadz, udah tau?

    konon semua makhluk iri kepada danau yang bisa melihat ‘kegantengan’ narcissus dari dekat. dan ketika narcissus meninggal, semua makhluk bertanya ingin tau bagaimana rupa narcissus tersebut.

    yang mengejutkan ternyata si danau ga tau kalo narcissus ganteng. rupanya si danau pun mengagumi dirinya yang terpantul dari mata narcissus ketika bercermin pada danau.

    ternyata si danau lebih narsis. haha =D
    pesan moral: jangan-jangan kita yang ngelihat lebih buruk dari orang yang kita anggap buruk. Allahu’alam…

    • hwahahahaha….. *ketawa sampe nangis

      baru tau ada cerita lanjutannya. Setuju za.. pesan moral berikutnya: Jangan berlama2 menatapi diri Anda di depan kaca. Bahaya jatuh cinta sama diri sendiri.😛

      makasih for stopping by dan commentnya.
      yeyeyeye! aku dapet komennnnn………..

      • beneran nangis?
        gatau sih bener atau ngga-nya, yang jelas itu yang pernah disampaikan oleh ustadz tersebut.
        tetep nulis ya…

    • @ reza: ketawa ekstrim itu za..😀 =)) Kayaknya sih beneran, za. Mari kita tanya saja danaunya..

      @ susi: hahaha.. tapi keren sus, kalo delin mati ntar berubah jadi bunga apa ya? *wondering….🙂

  2. Damn…
    Aku juga kayak ngalamin apa yg di alami narcissus. Emank gak setampan dia sih, but ini lebih condong ke arah disorder. I called it disorder, krn ini serasa, aku suka bgt liatin diri aku di cermin..
    Juga banya cewek yg nembak, tp ngerasa mereka gak pantas ma aku…
    Iri ma orng lain krn bisa nikmatin diri aku.. *sexually.
    Pernah sekali lg ml trus liatin diri aku dicermi.. And i feel good about.
    Aneeehhhhhh

    • what the…? hm, kamu kayaknya perlu dateng ke psikolog deh. Setauku itu tergolong ke personality disorder.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s