Luna Maya & Wartawan Infotainment

I don’t know, what makes this really important so I have to write something about it in my own blog.

Tapi yang pasti, kisruhnya berita-berita infotainment yang seolah menyudutkan Luna Maya bikin saya jadi kepengen nulis aja… Ngomong-ngomong, aku suka Luna Maya. Dan aku juga suka nonton infotainment… jadi tulisan saya ini untuk ngebelain dua-duanya.. hehe.

Kayaknya, saya ga perlu lagi ya menceritakan kembali apa yang terjadi saat ini antara Luna Maya dan wartawan infotainment.. Bagi yang belum tahu, googling aja yah sendiri…

Kalo yang saya lihat dari rekamannya sih.. menurut saya yang salah itu bukan cuma Luna Maya, bukan juga cuma wartawannya, tapi ya dua-duanya. Pertama, dari pihak wartawannya sendiri.. yang bener aja lah itu Luna Maya lagi gendong anak kecil masa terus dipaksa wawancara sampe anaknya kepentok-pentok (kata Luna Maya gitu)… Harusnya wartawan lebih friendly.. lebih.. ngertiin juga kondisi Luna yang saat itu sedang berusaha keras melindungi si anak dari kejadian-kejadian yang bisa membahayakan anaknya itu.. kebayang kan anak kecil dikerubutin wartawan yang penuh dengan benda beratnya, ya kamera, ya mikrofon.. apalagi kalo si anak sampe keinjek-injek.  Jadi, ketika wartawan terus memaksa Luna untuk wawancara, jelas aja kan Lunanya marah… dan sampe bersambung ke twitter itu emosinya… Tapi, bukan berarti Luna juga berhak mengatakan bahwa profesi wartawan lebih hina dari pelacur dan pembunuh.. itu juga ga bisa dibenerin, meskipun kita semarah apapun.. Apalagi sampe dipublish di twitter. I don’t agree with this.

Emang sih, kadang kalau kita marah, apapun bisa keluar dari mulut kita.. bahkan hal-hal yang sebenernya saat kita udah mereda kita jadi nyeselin perkataan-perkataan kita itu.. Jadi, ya.. jangan pernah dianggep omongan orang saat dia marah.. dan jangan ngomong macem-macem saat kita lagi marah..

Ayo, ini sudah tahun baru untuk umat Islam! Mari kita saling memaafkan..

Karna, dunia ini akan lebih indah rasanya….

Lebih damai…

Dengan senyum-senyum tulus yang terpancar dari wajah saya, kamu, kita, kalian, semua.

d/e

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s